5 Oktober 2021

Message ini merupakan kelanjutan dari message kemarin.

Kita sedang membahas tentang ‘melihat Tuhan’ sebagai sikap hati yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang percaya.

1. Melihat Tuhan adalah suatu sikap hati yang seharusnya dimiliki oleh setiap orang percaya. “Melihat Tuhan”, memiliki konotasi: Ada terbangun suatu kehidupan yang berfokus hanya kepada Tuhan dan firman-Nya, percaya kepada janji-janji-Nya, dan hanya berharap kepada manifestasi kedaulatan kuasa-Nya yang tidak terbatas.

2. Ketika kita mulai melihat Tuhan, maka hidup kita tidak akan pernah tergoncangkan (2 Raja-raja 6:8-19).

Dengan mulai melihat realita Tuhan, maka Tuhan akan mengaruniakan roh profetik untuk kita dapat mulai menangkap berbagai hal ilahi dan arahan spesifik dari Roh Kudus untuk menghancurkan berbagai pekerjaan si jahat.

Bujang Elisa merasa takut karena matanya lebih terbuka dalam melihat fakta lahiriah yang memaparkan bagaimana tentara Aram dengan kuda dan keretanya sedang mengepung mereka. Sementara respon Elisa justru berbeda, ia begitu tenang dan tidak takut sama sekali, sebab ia dapat melihat Tuhan dan realita-Nya yang menyertai Elisa, jauh melebihi dari ancaman yang sedang mereka hadapi. Bahkan dengan penuh keyakinan Elisa berdoa kepada Tuhan untuk membuka mata rohani bujangnya, sehingga nampaklah oleh bujang Elisa realita Tuhan berupa kuda dan kereta berapi yang jumlahnya lebih banyak ada di sekeliling mereka.

Biarlah mata kita terus berfokus untuk dapat melihat Tuhan yang terus menyertai dan menjaga hidup kita, sehingga kita tidak perlu merasa khawatir ataupun takut oleh apa pun juga. Tangan Tuhan akan menuntun kita kembali untuk berjalan di jalan-jalan Tuhan yang penuh dengan kemenangan.

Lebih luar biasa lagi, Elisa bukan hanya percaya tapi ia mengetahui bagaimana kedaulatan kuasa Tuhan menyertai hidupnya (2 Raja-raja 6:18). Dimensi ‘mengetahui’ yang Elisa miliki lebih tinggi daripada ‘percaya’. Pengenalan kita yang benar kepada Tuhan, akan membuat kita bukan hanya sekadar percaya oleh kebenaran dan janji-janji-Nya, tapi kita juga menjadi yakin bahwa Dia sanggup bertindak. Membuat setiap kondisi hati dan pengambilan keputusan kita menjadi akurat.

Daniel 11:32 (TB) Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak.

Firman-Nya telah menubuatkan bahwa akan bangkit suatu umat yang mengenal Allah-Nya, umat yang dapat melihat Tuhan sehingga memiliki pengenalan akan Tuhan yang sehat dan akurat. Umat itu akan tetap kuat dan bertindak untuk melakukan berbagai hal besar dalam dunia ini!

Dalam kitab Yesaya 6:1-6, diceritakan bagaimana realita Tuhan yang penuh kekudusan dan kemuliaan datang menghampiri dan membukakan mata Yesaya untuk dapat melihat realita Tuhan. Sekaligus membuat Yesaya tersadar bahwa ia adalah seorang yang najis bibir dan tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir.

Kita harus terus mengalami proses peremukan daging, hidup bergantung hanya kepada Tuhan saja (bukan mengandalkan kekuatan manusia), terus mengosongkan diri dan mengadopsi pikiran Kristus! Dengan demikian, pekerjaan firman dan Roh akan mulai membukakan mata rohani kita untuk dapat mengerti kehendak Tuhan dan hidup di dalam panggilan-Nya.

Setiap orang percaya yang melihat Tuhan akan mulai mengalami adanya otoritas pemerintahan Kerajaan yang berlaku atas hidup mereka. Dimensi Kristus yang telah dipermuliakan di sebelah kanan Bapa di Surga akan dikaruniakan bagi setiap kita yang dapat melihat Tuhan, sehingga ada otoritas ilahi yang akan memposisikan hidup kita sehari-hari senantiasa berkemenangan (Filipi 2:9-11, Efesus 1:19-22).

Terjadilah di dalam nama Kristus Yesus! Amin!! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

_________

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106