Top

5 September 2019

Ada dua hal yang Roh Kudus tegaskan dalam batin saya: Terus jagai roh yang haus dan lapar akan kebenaran, dan lakukan apa yang benar. Karena dua hal tersebut yang akan memuaskan batin. Jika batin sudah terpuaskan, maka segala “celah” untuk musuh bisa masuk dalam diri kita akan tertutup.

 

Matius 5:6 (TB) Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

 

Matius 5:6 (VMD) Betapa bahagianya orang yang mau melakukan yang benar lebih daripada hal-hal yang lain. Allah akan memuaskannya.

 

Matius 5:6 (TSI2) Sungguh diberkati Allah orang-orang yang giat melakukan yang benar lebih daripada makan dan minum, karena merekalah yang akan dipuaskan oleh Allah.

 

Ada banyak orang terus mencari kepuasan batin dengan cara mengejar/ mengkonsumsi/ mendapatkan hal – hal lahiriah, manusiawi, dan duniawi. Tidak heran jika hidupnya menjadi mudah kecewa dan mengalami konflik batin. Karena memang dunia ini tidak bisa memberi kepuasan sejati.

 

Yohanes 4:13 (TB) Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,

 

Sumber masalah dalam dunia ini adalah orang – orang yang KECENDERUNGAN HATINYA tidak haus akan kebenaran dan tidak mencintai kebenaran. Seperti halnya perempuan Samaria, ia memiliki banyak suami! Ada masalah dalam area keluarga! Yesus datang kepadanya untuk memerdekakannya dengan cara mengubah konsep pikir dan arah kecenderungan hatinya serta gaya hidupnya untuk mulai mengejar hal – hal yang bersifat kekal/ilahi. Yesus memberikan dasar keyakinan yang baru!

 

Yohanes 4:14 (TB) tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”

 

Apa yang Yesus katakan membuat dirinya menjadi HAUS AKAN KEBENARAN!

 

Yohanes 4:15 (TB) Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”

 

Saat ia haus akan kebenaran, maka hidupnya dapat diubahkan seturut dengan kebenaran. Roh Kudus dapat menuntun dirinya berjalan dalam kebenaran. Ia mengaku dosanya di hadapan Yesus dan bertobat melakukan apa yang benar. Perempuan itu “keluar dari kehidupan manusiawinya” dan kembali masuk ke kota Samaria sebagai pribadi yang bersaksi tentang Yesus! Suatu tindakan yang tidak mungkin dilakukan oleh “perempuan simpanan”. Itu bisa terjadi karena kecenderungan hatinya telah berubah!

 

Pagi ini saya mau terus pastikan, hati saya terus haus dan lapar akan kebenaran! Karena inilah awal mula dari melalukan apa yang benar. Saat saya terus memastikan setiap saat ada kebenaran yang saya renungkan dan perkatakan sampai manusia roh saya bergelora (puas dalam batin) maka melakukan apa yang benar bukan lagi pergumulan. Semua secara otomatis akan terjadi dalam diri saya. Dan saya tidak perlu lagi mengejar – ngejar berkat. Sebab saya sudah menjadi orang yang diberkati (terpuaskan – haus akan kebenaran dan melakukan apa yang benar) Segala yang dunia tawarkan dengan mudah bisa saya tolak begitu saja, sebab hidup saya sudah penuh dengan kebenaran (terpuaskan)

 

Haus akan kebenaran merupakan awal dari membangun kehidupan yang akurat. Saat hati kita lurus di hadapanNya, maka hidup kita pasti disertai oleh Tuhan. Jika kita disertai Tuhan, hidup kita tidak berbelat belit (penuh masalah) melainkan senantiasa berkemenangan dalam segala aspek! Diluruskan jalannya oleh Tuhan!

 

Mazmur 18:24-26 (TB) Karena itu TUHAN membalas kepadaku sesuai dengan kebenaranku, sesuai dengan kesucian tanganku di depan mata-Nya. Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela, terhadap orang yang suci Engkau berlaku suci, tetapi terhadap orang yang bengkok Engkau berlaku belat-belit.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus