Top

6 Februari 2020

Kejadian 26:15 (TB) Segala sumur, yang digali dalam zaman Abraham, ayahnya, oleh hamba-hamba ayahnya itu, telah ditutup oleh orang Filistin dan ditimbun dengan tanah.

 

Air yang bersih, jernih dan sehat adalah kebutuhan dari semua makhluk hidup – secara lahiriah maupun rohani. Tuhan menyediakan firman dan Roh-Nya sebagai sumber air kehidupan yang bersih, jernih dan sehat untuk memenuhi semua kebutuhan umat pilihan-Nya. Menjadi bermasalah kala air kehidupan tersebut ‘mengalir melalui bejana yang kotor atau tidak tahir’. Itu sebabnya, Tuhan menghendaki untuk hamba-hamba-Nya terus menguduskan diri mereka, kehidupan sehari-hari mereka sehingga hidup mereka menjadi representasi-Nya – menjadi bejana yang dipakai untuk hal-hal yang mulia!

 

2 Timotius 2:19-21 (TB) Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: “Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya” dan “Setiap orang yang menyebut nama Tuhan hendaklah meninggalkan kejahatan.” Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia. Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat, ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia, ia dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.

 

Dengan segala macam cara, Musuh terus berupaya untuk membuat sumber-sumber air yang bersih, jernih dan sehat dalam Tubuh Kristus jadi ‘tertutup atau tercemar’. Hal yang sama juga berlaku dalam kehidupan setiap orang percaya secara individual. Segala bentuk aliran air hidup yang seharusnya mengairi kehidupan orang-orang percaya terus ‘dicemari’ dan coba untuk ‘ditutup’ oleh si Jahat. Tujuannya tidak lain adalah untuk memastikan tidak ada lagi keberlangsungan kehidupan di tengah umat pilihan-Nya!

 

1. Musuh akan terus berupaya untuk ‘membangkitkan kembali’ keakuan dan kehidupan kedagingan dalam kehidupan umat atau hamba-hamba Tuhan.

 

Sesungguhnya, ada cara paling sederhana yang Tuhan sediakan untuk memastikan keakuan maupun kehidupan daging tidak akan pernah muncul dalam kehidupan kita: Belajarlah untuk mendengarkan, mengikuti tuntunan suara hati nurani. Bapa sudah membersihkan hati nurani kita dengan kuasa darah Yesus sehingga suara hati kita akan terus membawa kita berjalan dalam kebenaran-Nya.

 

Ibrani 9:14 (TB) betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.

 

Suara hati nurani akan terus mengkondisikan diri kita hidup dalam kebenaran; selama kita hidup dalam kebenaran, kita akan terus mengalami adanya sukacita dan damai sejahtera yang berasal dari Roh Kudus akan terus bergelora dalam batin kita. Sukacita dan damai sejahtera Ilahi inilah yang menjadi aliran kehidupan ilahi yang menghidupkan umat pilihan-Nya!

 

2. Setiap arahan dan suara Tuhan harus ditujukan untuk membangun kehidupan Kristus di dalam hidup kita.

 

Satu-satunya cara untuk memastikan aliran air kehidupan dalam hidup kita bisa terus mengalir atau memancar dengan deras sehingga hidup kita terus berdampak bagi kemuliaan-Nya adalah dengan memastikan kehidupan Kristus terus bertumbuh dalam hidup kita – menggantikan semua yang lahiriah atau duniawi dengan keilahian-Nya!

 

2 Petrus 1:3-4 (TB) Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk HIDUP YANG SALEH oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib. Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh MENGAMBIL BAGIAN DALAM KODRAT ILAHI, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.

 

Sebagai orang percaya, jika kita terus menjalani hidup secara lahiriah atau manusiawi, hal tersebut hanya akan membuat aliran air hidup dalam diri kita kembali dikuasai musuh – untuk kemudian dicemari atau ditutup sepenuhnya, ditimbun dengan tanah (sebagai simbol perbuatan daging atau hal-hal lahiriah. Sebagai orang percaya yang diproyeksikan oleh bapa untuk menjadi representasi-Nya di bumi ini) sudah sewajarnya untuk kita terus memanifestasikan kodrat Ilahi, kehidupan yang saleh dalam kehidupan sehari-hari kita! Segala bentuk pikiran, motivasi dan niat hati harus terus diselaraskan dengan firman-Nya!

 

Amsal 20:27 (TB) Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.

 

Biarlah seluruh keberadaan kita terus dibawa oleh firman dan Roh-Nya untuk makin memperkenan hati-Nya. Di dalam hidup kita ada aliran air hidup yang jernih, bersih dan sehat; dan melalui kehidupan kita, ada banyak orang yang boleh menikmati aliran air hidup yang bersih, jernih dan sehat melalui interaksi sehari-hari yang kita lakukan. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus