Top

6 Juni 2020

Wahyu 8:10-11 (FAYH) Malaikat yang ketiga meniup sangkakalanya, maka sebuah bintang besar yang menyala-nyala jatuh dari langit menimpa sepertiga dari semua sungai dan mata air. Bintang itu disebut “Kepahitan” karena meracuni sepertiga dari seluruh air di bumi, sehingga banyak orang mati.

 

Saat ini kita sedang melihat kondisi dunia yang sedang terus bergejolak. Sesama manusia bisa saling membunuh dan melukai. Di mana nyawa tidak ada lagi harganya. Hati orang telah dibuat menjadi pahit sedemikian rupa. Sesungguhnya hal tersebut terjadi bukan karena situasi dan keadaan ataupun peristiwa yang memicu, melainkan ada sesuatu yang terjadi di alam roh. Yaitu pekerjaan iblis yang sedang menyebarkan roh kepahitan. Sehingga dari dalam hati orang terpancar kematian. Semua itu bertujuan untuk menciptakan kekacauan baik itu di dalam individu, rumah tangga, masyarakat, maupun bangsa dan negara. Itulah sifat iblis.

 

Repotnya, ada banyak orang percaya justru ‘menerima roh – roh dunia’ yang sedang dilepaskan oleh musuh. Entah bagaimana, aliran kepahitan juga terus dipancarkan oleh orang percaya dengan cara ‘menceritakan keburukan orang lain’ kepada orang percaya lainnya. Begitulah cara penularan roh kepahitan! Melalui mulut! Akhirnya mereka yang mendengar pun secara perlahan tapi pasti jadi tertular pahit kepada orang lain. Sudut pandangnya yang tadinya positif jadi berubah menjadi negatif. Itu semua disebabkan dari perkataan yang memancarkan kepahitan!

 

Roh dengan tegas berkata kepada saya pagi ini: “Sebagai orang percaya tidak boleh membawa ‘dua aliran sungai’. Hanya boleh satu saja, yaitu aliran – aliran air hidup! Selama kita juga membawa kepahitan, maka pemulihan segala sesuatu tidak akan terjadi. Justru kita menjadi bagian daripada orang yang merusak bumi ini. Ingatlah, Yesus telah mengorbankan diri-Nya di atas kayu salib dengan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita oleh darah-Nya, masakan kita yang telah diampuni dan disucikan masih mau menampung roh – roh kepahitan dan sulit melepaskan kasih serta pengampunan? Itu tidak boleh terjadi. Roh Kudus berduka atas sikap kita tersebut!”

 

Efesus 4:30-32 (TB) Dan janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memeteraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

 

Saya menyadari, tidak mudah untuk mengalirkan kasih dan pengampunan di tengah kondisi orang yang menyebalkan dan penuh dengan kejahatan. Tapi memang itulah yang Tuhan kehendaki! Masakan kita mau melawan kehendak Tuhan? Tidak boleh, itu bukan sifat kita! Sebab kepada kita telah diberikan KASIH, BELAS KASIHAN, DAN ANUGERAH oleh Tuhan. Jadi sebenarnya kita pun harus menjadi alat untuk memancarkan KASIH dan PENGAMPUNAN. Berhentilah menyimpan kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, dan fitnah. Buang itu semua. Sebab itu semua adalah sampah!! Masakan kita mau menyimpan sampah? Jika kita simpan yang justru rugi ya kita sendiri. Sampah itu akan membuat kita sakit dan akhirnya mati.

 

Pastikan saja kita menyimpan segala yang benar dan mulia (pekerjaan Firman dan Roh) serta segala memori kebaikan yang ada dalam hidup orang lain (Filipi 4:8) – itu saja. Dengan demikian hidup kita akan menjadi berbeda di akhir zaman ini. Kita akan mengalirkan aliran – aliran air hidup yang pastinya akan menelan maut dalam kemenangan! Orang banyak pasti akan mencari kehidupan. Sehingga mereka akan datang kepada kita dan mengalami perjumpaan dengan Bapa kita. Itulah yang akan memulihkan dunia ini dari segala kepahitan! KASIH BAPA yang terpancar melalui diri kita anak – anak-Nya yang senantiasa membawa damai. #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus