Top

6 Mei 2020

Yoel 3:9-10 (TB) Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju! Tempalah┬ámata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: “Aku ini pahlawan!”

 

Saya percaya, dalam masa – masa kegoncangan yang masih terus akan berlanjut, Tuhan menetapkan kita bukan untuk menjadi korban dan bukan juga menjadi orang yang hanya sekedar bertahan atau sekedar ‘menikmati’ berkat belaka. Melainkan dapat bangkit sebagai PAHLAWAN!

 

Oleh karenanya Tuhan menghendaki untuk kita mengubah sudut pandang terhadap diri kita sendiri dan cara kita melihat suatu peristiwa, situasi, ataupun keadaan. Perubahan ini akan mulai terjadi saat kita melakukan pembacaan firman dan mengimajinasikan serta memperkatakan.

 

Contohnya seperti ini, misalkan kita membaca tentang Elia bertemu dengan janda di Sarfat. Berhentilah melihat diri kita dari sudut pandang ‘korban’ yang membuat kita mengidentifikasikan diri sebagai janda sarfat yang sedikit lagi mau mati lalu bertemu dengan Elia yang ‘membuat’ terjadinya mukjizat. Cobalah untuk melihat diri kita sebagai ‘Elia-nya’ yang memberikan arahan, solusi, dan menyatakan kuasa Tuhan. Sebab itulah yang memang Tuhan kehendaki. Diri kita menjadi garam dan terang dunia! Hidup kita menjadi solusi konkrit di tengah dunia ini. Ingat, kita bukan jemaat biasa, kita adalah pahlawan (Yoel 3:10).

 

Ketahuilah, karakteristik yang paling kuat dari seorang ‘pahlawan bangsa’ adalah sikap hatinya yang rela berkorban dan tidak mementingkan dirinya sendiri. Hidupnya bukan untuk dirinya lagi, melainkan bagi kepentingan bangsa dan negara. Prinsip rohaninya adalah: ia telah mati dari cinta diri sendiri, cinta uang, dan cinta dunia, namun hidup hanya untuk kepentingan Allah (Roma 6:11).

 

Tuhan akan membawa kita bertemu dengan orang – orang yang membutuhkan harapan, arahan, dan jawaban serta realita Tuhan! Dari hidup kitalah Tuhan akan membebaskan mereka yang terbelenggu, terikat, dan tertekan, lalu membawa mereka masuk ke dalam kemerdekaan anak – anak Allah (Roma 8:19-21). Bahkan kita akan menjadi kemah pertemuan antara Tuhan dengan manusia. Sehingga segala bentuk manifestasi maut akan ditelan dalam kemenangan! (Wahyu 21).

 

Contoh lainnya lagi, cerita Elisa bertemu dengan janda yang sedang dikejar “debt collector” (2 Raja-raja 4:1-7). Selama ini kita selalu melihat diri kita ‘sebagai janda’ tersebut. Tidak salah tentunya jika kita memang sedang mengalami kondisi yang sama. Tapi tidak boleh berhenti sampai di situ saja, lihatlah diri kita sebagai Elisa yang sedang memberikan hikmat dan jalan – jalan Tuhan kepada mereka yang sedang berada dalam ‘tekanan’ atau permasalahan hidup! Ingat, kita adalah pahlawan!!

 

Saya yakin perubahan sudut pandang ini akan membawa kita terhisap masuk dalam agenda besar Kerajaan Surga. Mata rohani kita akan mulai melihat KERAJAAN YANG TIDAK TERGONCANGKAN. Sehingga hidup kita hanya untuk menghadirkan realita Kerajaan itu di atas bumi ini. Kondisi inilah yang akan membuat kita dipelihara sempurna oleh Bapa di surga! Apa yang menjadi kebutuhan kita untuk menggenapi rencana-Nya sudah disediakan dan dicukupkan. Bahkan apa yang selama ini dicari oleh bangsa – bangsa akan ditambahkan kepada kita.

 

Namun terlepas dari semua itu yang terpenting adalah hati kita yang terus berfokus dan melekat kepada-Nya – hidup hanya dari firman-Nya, percaya, dan taat! Itulah yang akan memposisikan kita menjadi pahlawan – pahlawan iman yang mengalahkan dunia! (1 Yohanes 5:4). Ingatlah, kita bukan korban, TAPI KITA ADALAH PAHLAWAN!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus