6 November 2021

Ada hamba – hamba Tuhan yang membawa pola ilahi dan agenda Kerajaan Surga yang saat ini sedang terus bekerja meyakinkan orang percaya untuk berjalan dalam jalan Tuhan dan agenda-Nya. Berbagai macam cara dilakukan, baik secara korporat maupun personal. Dari berkhotbah, mengajar, dan juga melatih. Namun sungguh disayangkan, hati orang-orang percaya (para undangan) tetap tertuju kepada yang lain. Berat bagi mereka untuk melangkah menggenapi rencana Tuhan karena ada terlalu banyak harga yang harus mereka bayar.

 

Saya jadi tersadar bahwa ada banyak waktu yang terbuang percuma hanya untuk meyakinkan orang percaya agar ‘menerima undangan sang Raja’. Ini sungguh konyol, bahkan para hamba Tuhan yang diutus itupun justru dianiaya.

 

Matius 22:3-6 (TB)  Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya.

 

Perumpamaan di atas paralel dengan kitab Lukas 14:15-24, yang mana Yesus mengatakan hal tersebut dalam konteks: Yesus datang kepada Israel yang adalah umat pilihan Tuhan, tetapi justru mereka menolak, bahkan menganiaya Dia, sehingga bangsa – bangsa lain yang dianggap ‘kafir’ oleh Israel justru membuka hati dan menerima Yesus.

 

Hal yang sama juga masih terus terjadi sampai sekarang, undangan untuk memasuki agenda dan rencana Tuhan terus disampaikan oleh para hamba Tuhan yang membawa pola ilahi kepada ‘orang – orang percaya’ terlebih dahulu. Dengan tujuan agar mereka menjadi ‘pemeran utama’ untuk terjadinya pencurahan Roh atas semua manusia. Tapi sungguh disayangkan, hati mereka sudah terpikat kepada dunia ini. Alhasil mereka sangat sulit diyakinkan, ada saja ‘alasan mereka’ untuk ‘mangkir’ dari panggilan atau undangan sang Raja.

 

Menarik untuk memerhatikan arahan sang raja dalam perumpamaan itu ketika mengetahui bahwa undangannya tidak diresponi dengan baik.

 

Matius 22:8-10 (TB)  Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu.

 

Raja menyuruh hamba – hambanya pergi ke ‘persimpangan jalan’. ‘Orang – orang yang ada di persimpangan jalan’ merupakan gambaran situasi dari orang – orang yang sedang mencari arah dan jalan, mereka sedang bingung menentukan tujuan. Jadi ketika mereka menerima undangan, mereka sangat menghargainya. Mereka menemukan arah dan tujuan yang sejati. Mereka memberi diri untuk dibentuk, diajar, dan diperlengkapi (mengenakan pakaian pesta).

 

Namun ada juga dari mereka yang dipersimpangan jalan ‘hanya untuk ikut meramaikan suasana saja’, atau ‘ikut – ikutan’, tetapi menolak memberi diri untuk dibentuk, diajar, dan diperlengkapi. Orang – orang seperti inilah yang tetap akan tereleminasi.

 

Matius 22:12-14 (TB)  Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”

 

Dari penjelasan di atas kita bisa mengetahui ‘di mana’ posisi keberadaan kita. Dan segeralah meminta Roh Kudus membenahi hati kita agar menjadi orang yang mati – matian, gila – gilaan, dan habis – habisan bagi penggenapan rencana Tuhan! Jangan sampai undangan itu kita abaikan!

 

Waktu pencurahan Roh terhadap seluruh umat manusia tidak lama lagi akan terjadi, bahkan sudah mulai terjadi! Jangan sampai kita hanya jadi penonton, atau bahkan menjadi korban dari ‘hari yang jahat dan masa yang sukar’. Tetapi jadilah penyelenggara dari pesta akbar tersebut. Tuhan akan pakai kita untuk menjadi saluran pencurahan Roh atas seluruh umat manusia! Amin.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

 

_______

 

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106

 

Atau langsung klik link berikut ini: https://wa.link/homdvi