Top

6 September 2019

Yehezkiel 47:3-5 (FAYH) Orang itu pergi ke arah timur dan mengukur aliran air itu sepanjang seribu hasta (530 meter), lalu ia menyuruh aku masuk ke dalam air. Air itu setinggi pergelangan kakiku. Ia mengukur lagi sepanjang seribu hasta dan menyuruh aku masuk lagi ke dalamnya. Air itu sudah selututku. Kemudian ia mengukur seribu hasta lagi dan menyuruh aku masuk sekali lagi ke dalamnya. Ternyata tinggi air itu sudah sepinggangku. Sekali lagi ia mengukur seribu hasta. Sekarang air itu sudah menjadi terlalu dalam seperti sungai dan tidak dapat dijalani lagi. Orang dapat berenang di dalamnya.

 

Ayat di atas terus berbicara kuat dalam batin saya, memberikan pengertian sebagai berikut:

 

1. Rajin-rajinlah melakukan “pengecekan” terhadap aliran air hidup dalam batin kita.

 

Sebab aliran air hidup atau intensitas hadirat Tuhan itulah tanda adanya “kehidupan”. Tanpa adanya kehidupan yang mengalir maka kita menjadi rentan terhadap berbagai bentuk pekerjaan roh maut. Doa dalam roh secara ekspresif dan deklarasi firman akan membuat aliran air hidup terpancar.

 

Prinsipnya, jangan sampai tidak ada aliran. Karena itu berkaitan dengan hidup dan mati kita. Jadi, apa pun situasi, kondisi, keadaan yang sedang kita hadapi, aliran air hidup harus tetap terpancar!

 

2. Pastikan ada pertumbuhan aliran air yang semakin mendalam.

 

Lakukan “peregangan” manusia roh. Bangun manusia roh kita sedemikian rupa. Ukur setiap hari. Pastikan semakin mendalam. Berdoalah dalam roh sampai kita memasuki intensitas hadirat Tuhan yang belum pernah kita masuki. Dan tetaplah tinggal dalam dimensi terdalam.

 

Saat kita melakukan ini setiap hari, maka Roh sedang memposisikan kita atau menjadikan kita sebagai ‘roh yang menghidupkan’ (1 Kor 15:45).

 

3. Roh Kudus memberikan penegasan pada saya: Fokus saja pada hal tersebut. Jangan terdistract.

 

Dengan demikian keilahian Tuhan akan menjadi semakin nyata. Sebab sesungguhnya sebagai bait Roh KudusNya kita tidak semestinya terus bergumul dalam memanifestasikan keilahianNya. Karena aliran air hidup itu adalah keilahian! Fokus pada hal itu!

 

4. Terlalu banyak “distraction” yang membuat kita “hanyut” dalam kehidupan lahiriah.

 

Ini waktunya kita berfokus kembali untuk hanya memancarkan aliran air hidup. Itulah yang akan membuat kita ditenggelamkan dalam firman dan pekerjaan Roh sehingga membuat kita dibentuk atau dicetak semakin ilahi.

 

5. Keilahian Tuhanlah yang membuat kita berbeda.

 

Tanpa keilahianNya nyata atas diri kita, maka kita hanya akan menjadi pribadi yang agamawi, kedagingan, dan manusiawi. Saya berketetapan untuk menjadi pribadi yang berbeda. Itulah jati diri saya di dalam Kristus. Sebagai roh yang menghidupkan! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus