6 September 2021

Agenda Tuhan bagi gereja-Nya di masa ini adalah memastikan setiap orang percaya atau para hamba Tuhan untuk betul-betul terhubung dengan realita dari Kerajaan-Nya – hidup hanya dari firman-Nya.

 

Ibrani 12:26-28 (TB) Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga.” Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.

 

Akan terus ada kegoncangan yang terjadi pada hari-hari ini bahkan ke depan nanti. Tetapi Tuhan menegaskan, bahwa bagi kita, gereja-Nya, sudah ada kerajaan yang tidak tergoncangkan yang Dia sediakan bagi kita. Tuhan mau supaya kita terhubung dengan dimensi Kerajaan yang tidak tergoncangkan tersebut.

 

Pastikan keberadaan kita sebagai orang percaya, terus belajar berfokus untuk mengejar keterhubungan dengan realita kerajaan yang tidak tergoncangkan itu. Alkitab menegaskan bahwa hal kerajaan Allah adalah berbicara tentang kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

 

Dengan kata lain, untuk kita bisa senantiasa terhubung dengan realita Kerajaan, dibutuhkan datangnya firman yang kita responi dengan percaya hingga ada kobaran api pengharapan dan iman dalam batin kita. Sebab saat kita mempercayai firman yang Tuhan berikan tersebut, Dia pun akan menjadikan firman yang Ia sampaikan menjadi kebenaran dalam hidup kita! Inilah kebenaran Tuhan yang membuat diri kita jadi terhubung dengan realita kerajaan-Nya!

 

Pastikan suara Tuhan yang datang dalam hidup kita mulai kita imajinasikan dan memperkatakannya berulang-ulang, sampai pengaruh firman-Nya menguasai batin bahkan seluruh keberadaan hidup kita – sampai hati kita berkobar-kobar.

 

Roma 4:16-21 (TB) Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, — seperti ada tertulis: “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa” –di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan. Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

 

Ketika kita meresponi firman yang Tuhan lepaskan, maka dari pihak Tuhan, Ia akan membuat firman yang kita percayai tersebut menjadi kebenaran dalam hidup kita. Walaupun secara manusiawi tidak ada dasar untuk kita berharap, karena segala situasi, kondisi, fakta dan data, semua sepertinya bertolak belakang dengan janji Tuhan, tapi Alkitab tegaskan setiap firman yang telah Tuhan lepaskan pasti terjadi. Semua yang mustahil bagi manusia, bagi Tuhan tidak ada yang mustahil! Sebab itu kita tidak perlu bergumul untuk mempercayai firman Tuhan dan terus berpegang teguh pada janji-janji-Nya.

 

Roma 4:23-24 (TB) Kata-kata ini, yaitu “hal ini diperhitungkan kepadanya,” tidak ditulis untuk Abraham saja, tetapi ditulis juga untuk kita; Kabar baiknya, apa yang sudah Tuhan pernah lakukan pada Abraham yakni firman dari Tuhan yang telah diyakini oleh Abraham menjadi kebenaran dalam hidupnya, hal yang sama juga akan Tuhan lakukan atas hidup kita!

 

Permasalahannya, seringkali kebanyakan kita kurang meresponi datangnya firman dalam hidup kita secara akurat. Ada banyak di antara orang percaya yang ketika firman datang, justru tidak mendapati adanya gelora roh yang berkobar-kobar atau menyala-nyala dalam batin mereka – cenderung diam dan pasif. Suara musuh, masalah ataupun data dan fakta lahiriah seringkali justru menjadi pengaruh yang lebih dominan untuk mengintimidasi, membuat kuatir dan takut daripada percaya ataupun bergantung penuh kepada kedaulatan Tuhan di dalam firman dan janji-janji-Nya.

 

Itulah yang membuat orang percaya belum mengalami dimensi keterhubungan dengan realita Kerajaan Allah, yang membuat kuasa firman tidak dapat bekerja mengalirkan kehidupan dan terang, membuat apa yang tidak ada menjadi ada (Yohanes 1:1-5). Di dalam firman-Nya ada kehidupan ilahi (divine life) yang siap menggantikan manifestasi kehidupan biologis atau lahiriah ini (biological life). Tanpa kehidupan ilahi memenuhi batin kita, maka kehidupan sehari-hari yang kita jalani akan sama seperti berjalan di dalam kegelapan.

 

Message ini masih akan berlanjut besok hari.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

____

 

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama_Kota_No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106