Top

7 Desember 2019

Pada dasarnya, dari sejak menjadi Ciptaan Baru, sesungguhnya setiap orang percaya telah diberikan kemampuan untuk ‘melihat dan mendengar’ – berinteraksi dengan Tuhan secara pribadi (Ams 20:12, Yoh 10:1-4)

 

Yang menjadi permasalahan adalah, seringkali justru dari pribadi orang percaya itu sendiri yang tidak secara konsisten menjagai serta meningkatkan dimensi interaksi dengan Tuhan yang sudah mulai ia alami. Ada saja alasan yang mereka kemukakan; mulai dari aspek banyaknya kesibukan yang harus dihadapi sampai karena masih adanya berbagai masalah hidup yang membuat mereka jadi berbeban berat!

 

Itu semua merupakan wujud dari upaya distraction yang Musuh selalu coba lakukan dalam kehidupan orang-orang percaya sehingga mereka kehilangan dimensi dan dinamika interaksi dengan Tuhan yang seharusnya mereka alami secara pribadi.

 

Tanpa terbangunnya interaksi dengan Tuhan, setiap orang percaya jadi kehilangan kemampuan untuk memberi pengaruh dalam ia berinteraksi dengan orang-orang lain – mereka jadi sama seperti ranting yang terputus dari pokoknya (Yoh 15:1-8)

 

1. Waspadai segala bentuk upaya distraction yang Musuh lakukan.

 

Sesungguhnya hal ini merupakan wujud dari peperangan rohani yang terus Musuh lakukan terhadap setiap orang percaya! Sebagai orang percaya, sesungguhnya kita sudah memiliki semua yang kita butuhkan – untuk tetap terhubung dengan Tuhan maupun untuk memunculkan buah! Dan Musuh akan terus berupaya untuk membuat kita jadi ter-distract sehingga jadi merasa bahwa kita tida memiliki apa-apa dalam hidup kita – bahkan jadi merasa bahwa kita sudah ‘ditinggal Tuhan sendirian’.

 

Musuh akan selalu berupaya memanfaatkan berbagai peristiwa buruk yang kita alami maupun orang-orang fasik atau menjengkelkan yang berinteraksi dengan diri kita untuk mengaduk-aduk emosi dan fokus pikiran kita!

 

Pahami bahwa area emosi dan fokus pikiran adalah area hidup kita yang memang Tuhan ciptakan untuk membawa kita bisa terus terhubung dengan realita Kerajaan-Nya (dunia roh). Jadi dengan mempergunakan apa pun, Musuh akan terus membuat emosi kita jadi tidak tenang dan fokus pikiran kita jadi terpecah ke berbagai hal.

 

2. Segala bentuk distraction sebetulnya datang dalam bentuk ‘kata-kata’ dan ‘rasa atau emosi’ yang negatif; hanya bisa dilawan dengan ‘kata-kata dan rasa’ juga

 

Inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa saya mendorong kita untuk rutin dan rajin berkata-kata dalam bahasa roh serta melakukan deklarasi firman.

 

Deklarasi firman dan doa bahasa roh yang kita lakukan akan menolong kita untuk menyingkirkan berbagai ‘kata-kata’ yang musuh lontarkan ke dalam pikiran kita. Dan ketika kita terus berkata-kata dalam bahasa roh serta melakukan deklarasi firman hingga hati kita jadi meluap-luap atau berkobar-kobar, sesungguhnya kita sudah menyingkirkan berbagai emosi negatif yang Musuh terus hembuskan ke dalam batin kita!

 

Selama kita bisa memastikan emosi kita selalu dalam keadaan penuh keantusiasan – meluap-luap dan menyala-nyala – dan pikiran kita terus berfokus pada firman-Nya, artinya tidak ada pengaruh si Jahat yang berhasil mempengaruhi hidup kita! Kita terus memiliki kehidupan yang tertuju kepada-Nya dan menyatu dalam agenda kerja-Nya!

 

Kehidupan sehari-hari kita jadi terus mengalirkan pengaruh Ilahi yang akan memposisikan diri kita memiliki kemampuan untuk menelan Maut dalam kemenangan! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus