Top

7 Februari 2020

Setiapkali suara atau tuntunan Tuhan datang dalam hidup kita, seringkali hal tersebut ditujukan untuk:

 

(1) Mengoreksi sikap hati, konsep berpikir dan gaya hidup tidak akurat yang masih kita miliki,

 

(2) Memberi kita ‘bahan baku’ untuk membangun dasar keyakinan yang kokoh pada keberadaan-Nya sehingga kita bisa menjalani kehidupan sehari-hari kita dalam kuasa iman (yang memindahkan gunung) dan menjadi para penakluk! (1 Yohanes 5:4)

 

 

1. Pastikan kecenderungan hati yang kita miliki memang selalu berkeinginan untuk memperkenan hati-Nya.

 

Saya mengamati kehidupan beberapa kelompok orang dan mendapati dalam kelompok orang-orang yang terus menunjukkan buah kehidupan bahwa mereka masih mencintai dunia ini, mencintai diri sendiri ataupun mencintai uang, jenis ‘suara Tuhan’ yang sering datang dalam hidup mereka biasanya hanya berkisar pada ‘hal-hal biasa’ dan ‘sebatas normatif sebagai orang kristen’ belaka. Jarang yang betul-betul mengarahkan atau membawa mereka memiliki kehidupan yang saleh atau ilahi.

 

Berbeda dengan mereka yang memang pada dasarnya mencintai Tuhan dan berkeinginan hidup benar serta memperkenan hati Tuhan. Ada banyak arahan, tuntunan, tuntutan ataupun teguran yang datang dalam hidup mereka, membenahi berbagai aspek sikap hati, konsep berpikir ataupun gaya hidup yang mereka miliki. Dari situlah saya menarik kesimpulan, seringkali kecenderungan hati, sikap hati berkaitan dengan firman yang kita miliki akan menjadi semacam ‘filter’ untuk firman yang akan datang dalam hidup kita.

 

Saya mendorong semua kita untuk kembali mengevaluasi kecenderungan hati yang kita miliki. Jika selama ini kita mendapati arahan atau suara Tuhan yang datang dalam hidup kita cenderung ‘biasa-biasa dan sekedar normatif belaka’, segeralah berdoa dan meminta untuk Bapa berkenan memberikan kepada kita hati yang sungguh-sungguh mencintai Dia dan kebenaran-Nya. Memiliki kecenderungan hati yang hanya tertuju kepada kebenaran-Nya merupakan suatu wujud anugerah yang Bapa berikan kepada umat pilihan-Nya (Yeh 36:24-26, Roma 9:16-18). Dan saat kita mendapati kita belum memilikinya dalam hidup kita, segeralah meminta kepada Bapa! Siapa yang tidak memiliki dan mulai memintakannya kepada Bapa, dia pun akan mendapatkannya! (Mat 7:7-8, Luk 11:9-13).

 

Ingat selalu, Dia bukanlah Bapa yang pilih kasih atau suka membeda-bedakan dalam memberikan anugerah kepada umat-Nya. Tapi Dia menghendaki untuk memang dari hidup umat-Nya ada terlahir hati yang mencintai Dia secara mati-matian, gila-gilaan dan habis-habisan (MGH).

 

2. Teruslah meminta kepada Bapa untuk Dia mencurahkan pekerjaan firman dan Roh demi bertumbuhnya kehidupan Kristus di dalam batin kita.

 

Keberadaan roh Kristus di dalam batin kita merupakan pengharapan akan kemuliaan (Roma 8:9, Kol 1:27-29). Tapi selama keberadaan Kristus tersebut hanya ada ‘di dalam kita’, tidak bertumbuh untuk memanifestasikan Diri-Nya melalui keberadaan kita, pengharapan akan termanifestasinya kemuliaan hanya akan tetap menjadi sekadar suatu pengharapan, tidak atau belum menjadi kenyataan!

 

Kala Roh membawa suara Tuhan ke dalam hidup kita, Dia akan terus mengoreksi berbagai jenis sikap hati, konsep berpikir dan gaya hidup tidak akurat yang masih kita miliki dalam kehidupan sehari-hari kita; dan pada saat yang sama, Dia juga akan membawa kita berpartner dengan firman-Nya tersebut untuk membangun dasar keyakinan yang kokoh di dalam Dia!

 

Dengan sikap hati, konsep pikir dan gaya hidup sehari-hari kita terus mengalami perombakan – jadi makin akurat dengan firman-Nya, dan pada saat yang sama, dasar keyakinan yang kita miliki terhadap Dia dan firman-Nya jadi makin kokoh, maka tidak ada lagi aspek lahiriah ataupun aspek kerohanian di dalam hidup kita yang bakal menghambat untuk kehidupan Kristus dapat termanifestasi secara nyata! Kuasa Iman yang memindahkan gunung akan secara begitu saja mulai bermanifestasi! Seluruh unsur-unsur alam akan mulai meresponi dan mentaati doa-doa, deklarasi dan nubuatan yang keluar dari mulut kita! Itulah saatnya untuk kemuliaan soranga mulai termanifestasi secara nyata di dalam dan melalui kehidupan sehari-hari kita sebagai anak-anak Allah!

 

1 Korintus 15:53-54 (TB)  Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: “Maut telah ditelan dalam kemenangan. 

 

Roma 8:19 (TB)  Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan.

 

Mulailah mengarahkan telinga rohani kita kepada-Nya dan taati setiap arahan-Nya. Hiduplah sebagai anak Allah dalam kehidupan sehari-hari kita! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus