Top

7 Juni 2021

Adalah kehendak Tuhan untuk Dia tinggal dan diam dalam keberadaan hidup orang-orang percaya. Ketika orang percaya terus mengalami pekerjaan firman dan Roh yang membuat kasih ilahi tumbuh dalam hidupnya, maka apa pun yang menjadi arahan firman dan perintah Tuhan, maka kita akan menurutinya. Dan setiap langkah ketaatan yang kita lakukan, membuat Bapa di Surga melimpahkan kasih dan perkenanan-Nya. Bahkan Yesus menegaskan : Bapa, Kristus Sang firman dan Roh Kudus akan datang dan berdiam bersama-sama dengan kita.

Yohanes 14:23 (TB) Jawab Yesus: “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Sebagaimana yang firman tegaskan dalam 1 Korintus 6:19 bahwa tubuh kita adalah bait dari Roh Kudus yang diam di dalam kita. Paulus pun menegaskan bahwa KRISTUS ADA DI DALAM KITA (CHRIST IN US). Sebagaimana inti messages yang menjadi rahasia ilahi yang disingkapkan Tuhan kepada Paulus (Kolose 1:25-29), bahwa fakta dan realita yang menyatakan “KRISTUS DI DALAM KITA” itulah yang terus Paulus usahakan dan pergumulkan dengan segala tenaga serta upaya, untuk dia beritakan kepada setiap orang yang berinteraksi dengan dirinya. Sehingga banyak orang dan bangsa semakin menyadari bahwa KRISTUS ADA DI DALAM KITA.

Segala pekerjaan Roh dan firman yang telah Paulus terima, ia pakai dan usahakan agar semua orang percaya dapat mencapai kesempurnaan di dalam Kristus, sehingga Kristus semakin nyata termanifestasi dalam hidup sehari-hari orang percaya.

Bagaimana supaya kita dapat mengalami pekerjaan firman dan Roh yang membawa kita memanifestasikan Kristus dengan sempurna dalam hidup sehari-hari kita sebagai orang percaya? Ketika kesadaran akan realita Tuhan di dalam hidup kita terus terbangun, maka kita akan mulai menyadari dan mendapati bahwa kita menjalani kehidupan sehari-hari bukan lagi seperti orang biasa kebanyakan, tapi kita menjalani hidup sehari-hari sama seperti Yesus menjalani hidup di dunia ini secara ilahi.

Adapun definisi tentang memiliki kesadaraan akan realita keberadaan Tuhan di dalam hidup kita adalah dengan sengaja kita membangun suatu kesadaran mental, gambaran ataupun imajinasi mental (a mental picture, an imagination), yang menyatakan bahwa realita Tuhan memang sedang terus menyertai keberadaan hidup kita, bahkan ada di dalam diri kita.

Alasan mengapa kita harus membangun suatu gambaran atau imajinasi mental yang menyatakan realita Tuhan yang berada di dalam kita, adalah karena apa yang kita imajinasikan dalam pikiran akan secara otomatis dan langsung mempengaruhi emosi serta keberadaan manusia batiniah kita pada saat yang bersamaan.

Ketika kita menyadari bahwa dengan kita mengimajinasikan hal negatif saja, maka emosi kita bisa bergejolak menjadi negatif dan mencemarkan manusia roh kita. Hal yang sama juga terjadi ketika kita mengimajinasikan segala hal yang ilahi atau perkara surgawi, maka emosi dan manusia roh kita pun akan terjagai positif dan ilahi.

Oleh karenanya, latih dan disiplinkan imajinasi pikiran kita untuk hanya mengimajinasikan hal-hal yang ilahi serta perkara-perkara surgawi. Lalu mengekpresikannya melalui emosi dan manusia batiniah kita yang bersih serta ilahi, sehingga manusia roh kita akan tetap terhubung dengan realita keberadaan Tuhan.

Filipi 4:8 (FAYH) Saudara sekalian yang saya kasihi, pada akhir surat ini saya ingin mengatakan satu hal lagi. Arahkanlah pikiran Saudara kepada hal-hal yang benar, yang baik, dan yang adil. Renungkanlah hal-hal yang murni dan indah, serta kebaikan dan keindahan di dalam diri orang lain. Ingatlah akan hal-hal yang menyebabkan Saudara memuji Allah dan bersukacita.

Tujuan ayat firman di atas jelas menyatakan agar kita dapat mengkondisikan pikiran kita untuk membangun kesadaran atau gambaran mental akan realita Tuhan terbangun secara nyata dalam hidup sehari-hari. Kita memiliki sebuah kesadaran (awareness) untuk dapat melihat keberadaan Tuhan yang adalah Roh, sekalipun mata lahiriah atau jasmani kita tidak dapat melihat-Nya. Dengan pasti kita bisa mengimajinasikan keberadaan-Nya yang memang ada dan selalu menyertai kita.

Sekalipun kita sibuk dengan kegiatan dan aktivitas hidup kita sehari-hari, seharusnya kesadaran akan realita Tuhan tetap terbangun dan tergambar secara gamblang dengan mata rohani kita (imajinasi). Karenanya pastikan hati kita selalu bersih, tahir dan suci, sehingga pikiran kita pun bisa terus berfokus untuk dapat melihat realita Tuhan.

Matius 5:8 (TB) Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Orang yang biasanya bergaul dengan pribadi seseorang akan dengan mudah membangun kesadaran mental akan sosok orang tersebut. Demikian pula ketika kita terbiasa bergaul dengan Tuhan, maka kita pun akan cenderung bisa membangun kesadaran mental akan realita keberadaan Tuhan.

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus