Top

8 April 2020

Terus mengasah ketajaman rohani untuk mendengar suara Tuhan menjadi sangat penting di hari-hari ini. Bukan hanya akan mengkondisikan diri kita jadi selalu menikmati ‘anggur yang terbaik’ yang Bapa sediakan (Yohanes 2:1-10) ataupun mengalami promosi dan pembelaan atau penyertaan Tuhan secara nyata (Ulangan 28:1-14), termasuk melangkah melakukan perkara-perkara besar bagi Tuhan (Matius 14:25-29, Yohanes 14:12). Tapi yang pasti, mentaati arahan atau tuntunan Roh akan menempatkan kita untuk selalu berjalan di jalan-jalan Tuhan (Kejadian 18:19, Keluaran 13:21-22, Ulangan 5:33, Ulangan 8:6, 2 Korintus 2:14). Bahkan orang percaya di zaman gereja mula-mula, sebelum mereka semua disebut Kristen, mereka dipanggil dengan sebutan ‘pengikut jalan Tuhan’ (Kisah Para Rasul 9:1-2, 11:26, 18:25,19:9, 22:4-5).

 

Kitab Ibrani pasal 11 memberikan kepada kita daftar list dari orang-orang yang hidup dengar-dengaran dengan suara Tuhan – terus menjalani jalan-jalan Tuhan walau seringkali bertentangan dengan ‘kehidupan normal’ yang ada di generasi mereka. Tapi itulah yang membuat mereka dikelompokkan sebagai para pahlawan iman!

 

~ Habel belajar memberikan korban persembahan yang memperkenan hati Tuhan karena ia mengikuti suara hati nuraninya.

 

~ Henokh terus membangun persekutuan dengan Tuhan hingga akhirnya ia diangkat ke sorga tanpa melewati kematian jasmani.

 

~ Nuh dengan taat melakukan arahan yang Tuhan berikan untuk membangun bahtera karena Tuhan menyatakan akan mengirim hujan dan banjir, sesuatu yang belum pernah terjadi di zamannya, tidak bisa betul-betul dipahami olehnya.

 

~ Abraham melangkah menjawab panggilan Tuhan tanpa ia betul-betul memahami apa yang Tuhan maksudkan. Tapi keyakinan yang ia miliki terhadap Tuhan dan firman-Nya telah menjadikan dirinya mengalami proses pembentukan dan perubahan hidup yang memposisikannya untuk menjadi bapa (cikal bakal) dari orang-orang yang mengalami pembenaran karena percaya. Pengalaman hidupnya yang tidak memiliki anak hingga masa tuanya, telah menjadi suatu pelatihan rohani hingga akhirnya ia menaklukkan kemustahilan dalam kehidupan ini yaitu membuat janji firman menjadi realita dalam bentuk lahirnya sang anak perjanjian yakni Ishak. Karena keyakinannya pada janji dan kesetiaan Tuhan, ia bahkan rela untuk mempersembahkan Ishak sebagai korban bakaran!

 

~ Belum lagi jika kita membahas tentang Gideon, Barak, Simson, Daud, Sadrakh, Mesakh, Abednego.

 

Ibrani 11:33-34 (TB) …yang karena iman telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran, memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa-singa, memadamkan api yang dahsyat. Mereka telah luput dari mata pedang, telah beroleh kekuatan dalam kelemahan, telah menjadi kuat dalam peperangan dan telah memukul mundur pasukan-pasukan tentara asing.

 

~ Ada juga orang-orang percaya yang karena terus memegang dan mengikuti arahan suara Tuhan yang datang dalam hidupnya, mereka mengalami:

Ibrani 11:35-38 (TB) Ibu-ibu telah menerima kembali orang-orangnya yang telah mati, sebab dibangkitkan. Tetapi orang-orang lain membiarkan dirinya disiksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka beroleh kebangkitan yang lebih baik. Ada pula yang diejek dan didera, bahkan yang dibelenggu dan dipenjarakan. Mereka dilempari, digergaji, dibunuh dengan pedang; mereka mengembara dengan berpakaian kulit domba dan kulit kambing sambil menderita kekurangan, kesesakan dan siksaan. Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung.

 

Mereka telah menjadi ‘Tanda dan Alamat’ bagi generasi mereka, dan itu semua disebabkan karena mereka mendengarkan dan mentaati suara Tuhan yang datang dalam kehidupan mereka. Daftar list dari para pahlawan iman masih belum lengkap karena belum tertulis namaku dan namamu di sana.

 

Saya yakin, Tuhan sedang terus memanggil umat pilihan-Nya untuk sekali lagi dengar-dengaran dan taat pada setiap perjanjian maupun arahan yang Tuhan beri. Di setiap generasi Tuhan akan selalu membangkitkan satu orang untuk bangkit di dalam Roh dan menjadi ‘saksi-Nya’. Tapi di generasi terakhir ini, Tuhan sedang membangkitkan sekelompok orang yang menyatu dengan Kristus untuk bangkit dalam kuasa Roh-Nya dan menjadi saksi-Nya! Pastikan engkau menjadi bagian dari kelompok orang yang sedang Dia bangkitkan! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus