Top

8 Februari 2020

Sekali waktu saya mendengar ada seorang hamba Tuhan memberikan suatu statement: Kehidupan kekristenan seringkali lebih tepat jika digambarkan sebagai adanya seorang pengemis yang memberitahukan kepada pengemis lain tentang bagaimana atau dimana mendapatkan roti untuk memenuhi kebutuhannya.

 

Semua tidak lebih hanya berkisar pada bagaimana memenuhi kebutuhan sehari-hari yang mereka miliki – tidak lebih dari itu. Kalaupun mau ditarik ke titik spektakuler yang paling ekstrem, tidak lebih dari sekadar bagaimana meraih kesuksesan, keberhasilan dan kekayaan dalam hidup ini. Tapi tetap saja mereka yang sukses, berhasil dan kaya tersebut masih hidup dengan keberadaan mereka sebagai seorang pengemis di hadapan Tuhan!

 

Yohanes 1:12 (TB)  Tetapi semua orang yang menerima-Nya DIBERI-NYA KUASA SUPAYA MENJADI anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;

 

Bagi setiap orang percaya yang menerima datangnya suara atau firman Tuhan dalam hidupnya, seharusnya terjadi suatu perubahan mentalitas dan posisi rohani dalam kehidupan sehari-harinya! Dari orang berdosa menjadi orang-orang benar; dari sekadar umat manusia, menjadi anak-anak Allah! Dan terjadinya perubahan tersebut seharusnya termanifestasi secara nyata dalam kehidupan sehari-harinya!

 

Cara anak Allah berinteraksi dengan berbagai isu kehidupan sehari-hari tentu sangat berbeda dibandingkan dengann kebanyakan ‘manusia biasa’ yang hidup dalam dunia ini! Cara anak Allah menghadapi berbagai tantangan dan peperangan yang masih terus muncul dalam kehidupan sehari-hari mereka, tentu sangat berbeda jika dibandingkan dengan kebanyakan ‘manusia biasa’ yang hidup dalam dunia ini!

 

Itu sebabnya, saya menantang kita semua – para pembaca Daily Devotion ini, untuk betul-betul menjadikan setiap firman yang datang dalam hidup kita menjadi ‘suatu sarana’ untuk mengubah jati diri, keberadaan, mentalitas dan posisi rohani yang kita miliki sebagai seorang anak dari Yang Maha Tinggi! Hiduplah menjalani kehidupan sehari-harimu dengan cara yang sama seperti Bapamu yang di sorga!

 

1. Bapa mempergunakan kuasa firman untuk membuat yang tidak ada, menjadi ada; untuk menggenapkan setiap rencana dan rancangan-Nya.

 

Belajarlah untuk bergumul di dalam doa sampai Dia memberikan firman-Nya dan teruslah mempergunakan firman tersebut untuk ‘menciptakan’ jalan-jalan, kesempatan, ataupun setiap resources yang kau butuhkan dalam kehidupanmu!

 

Pakai mulut kita untuk terus memperkatakan firman-Nya, pergunakan imajinasi kita untuk mengimajinasikan bagaimana firman tersebut sudah tergenapi dalam hidup kita; lakukan dengan tekun sampai hati kita meluap-luap.

 

Hiduplah sama seperti Bapamu! Dia berfirman dan segala sesuatu terjadi; sebagai anak, teruslah berkata-kata, memperkatakan firman-Nya hingga segala sesuatu terwujud dalam alam lahiriah ini!

 

2. Kehidupan Yesus dalam dunia ini merupakan contoh ideal tentang bagaimana seorang Anak meneladani dan memanifestasikan keberadaan Bapa di sorga dalam kehidupan sehari-hari di bumi ini.

 

Berkenaan dengan keberadaan Kristus sebagai contoh atau teladan anak yang taat, Paulus menegaskan dalam Filipi 2:5-7, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.”

 

Mentalitas, jati diri dan posisi rohani seorang anak adalah untuk melayani – Dia mengosongkan Diri-Nya sendiri, mengambil posisi sebagai seorang hamba dan bertindak untuk melayani, berkorban bagi kepentingan Bapa!

 

Sikap hati ini mungkin dilihat sangat bertolak belakang dengan pemahaman yang selama ini kita miliki – kita berpikir sebagai sang Pencipta, Dia berhak melakukan apa saja yang Dia kehendaki dan tidak boleh ada seorang pun yang ‘mempertanyakan’ keputusan-keputusan-Nya. Tapi Yesus justru menunjukkan teladan yang berkebalikan dari persepsi yang selama ini kita miliki! Justru dari sikap ‘mengosongkan diri’ itulah Bapa mengangkat tinggi Anak-Nya tersebut!

 

Saya meyakini dengan kita membangun keseimbangan antara kuasa deklarasi firman dengan tindakan mengosongkan diri inilah maka kedaulatan Bapa akan Dia berlakukan pada diri kita! Dia akan menetapkan hidup kita menjadi wakil-Nya – representasi-Nya di bumi ini!

 

Berhentilah berkeinginan untuk sekadar bisa dipakai Tuhan (meskipun dengan sangat dahsyat!) Tapi mulailah merindukan terjadinya pekerjaan firman dan Roh dalam hidup kita, yang memposisikan dan membentuk hidup kita menjadi representasi-Nya di bumi ini! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus

 

Ikuti akun Instagram terbaru dari Ps. Steven Agustinus – @psstevenpersonal