Top

8 Juni 2020

Selagi mengikuti ibadah Virtual Sunday Service BCC (Breakthrough City Church), saya menerima suatu impresi dari Roh Kudus: Waspadai berbagai bentuk distraction yang selama ini terus dilakukan oleh si Jahat demi untuk membuat umat Tuhan atau para pemimpin jadi tidak mengalami penyetaraan pewahyuan.!

 

Prinsip yang Roh Kudus ajarkan adalah untuk seseorang atau sekelompok orang bisa mengalami penyetaraan pewahyuan yang dari Roh Kudus:

 

(1) Kecenderungan hati mereka terus diselaraskan dengan kebenaran,

 

(2) Mereka hidup hanya untuk kepentingan Tuhan dan kerajaan sorga,

 

(3) Membawa mereka terhubung dengan realita kerajaan,

 

(4) Dipenuhi dengan kasih dari Bapa, sehingga:

 

(4a) Secara bersama-sama mereka bisa ada di posisi rohani yang Tuhan tetapkan untuk saat ini,

 

(4b) Menikmati aliran kehidupan Roh dan pewahyuan firman yang sama,

 

(4c) Mengalami bekerjanya kuasa anugerah yang sudah Tuhan persiapkan guna membawa mereka dapat berfungsi maksimal dalam tatanan Tubuh Kristus, serta

 

(4d) Menerima perintah atau mandat yang sama dari Tuhan guna menghadirkan pemulihan segala sesuatu di atas muka bumi ini.

 

Dibutuhkan pekerjaan firman dan Roh yang terjadi secara berkesinambungan dalam kehidupan setiap individu jemaat atau para pemimpin yang ada!

 

Di sinilah tipu muslihat dan dakwaan dari si Jahat memainkan peranannya untuk menghentikan aliran pewahyuan firman dan Roh dalam kehidupan setiap jemaat serta para pemimpin.

 

1. Tipu muslihat si Jahat

 

Efesus 6:10-12 (TB) Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.

 

Paulus menegaskan bahwa dalam kita menjalani kehidupan sehari-hari maupun upaya untuk mewujudkan kehendak Bapa, kita masih akan menghadapi adanya peperangan rohani. Bukan untuk merebut sesuatu, tapi untuk terus mempertahankan apa yang sudah kita terima dari Tuhan untuk tidak dicuri, dirampok atau dirusak oleh Iblis! (Yohanes 10:10)

 

Jadi dengan mempergunakan apa saja yang berasal dari keduniawian, hal-hal lahiriah maupun hal-hal yang manusiawi, Iblis akan terus berupaya menghentikan aliran pewahyuan firman dan Roh dalam kehidupan kita.

 

Paulus menegaskan supaya kita bisa mengadakan perlawanan terhadap segala tipu muslihat si Jahat, kita harus ‘mengenakan’ atau memiliki perlengkapan senjata Allah – yang lebih merujuk ke arah memiliki sikap hati dan dasar keyakinan yang akurat dari Tuhan!

 

a. Paulus menegaskan supaya kita mengenakan ikat pinggang kebenaran – berbicara tentang sikap hati yang selalu memiliki hasrat untuk belajar atau menyelaraskan hidup dengan kebenaran (Efesus 6:14).

 

Dari metafora yang Paulus berikan, kita bisa mengenali bahwa inilah jenis tipu daya yang dilancarkan oleh si Jahat: Memberikan berbagai pikiran atau pemikiran yang memadamkan hasrat belajar seseorang!

 

Misalkan, pemikiran dari orang-orang yang menyatakan bahwa: “Wah, saya sudah tua“, “Mungkin yang harus belajar atau mengikuti seminar itu, orang lain saja, yang penting saya merestui saja“.

 

Sesungguhnya adalah berbagai bentuk pemikiran yang berasal dari si Jahat! Tidak peduli seberapa senior usia kita (karena saya tidak mau menyebut seseorang dengan sebutan ‘sudah tua’) seharusnya hasrat untuk belajar dan menggali firman harus terus berkobar-kobar! Tanpa kita memiliki hasrat untuk belajar, daya serap untuk mengalami penyetaraan pewahyuan otomatis akan terus merosot dan bahkan hilang!

 

b. Paulus juga meminta kita untuk mengenakan baju zirah keadilan – yang sebetulnya adalah suatu metafora yang memiliki makna untuk kita ‘menenggelamkan’ pikiran dan emosi kita dengan realita rohani yang menyatakan bahwa sesungguhnya di dalam Kristus, kita adalah anak Allah, kita adalah Ciptaan Baru (Efesus 6:14).

 

Sedang tipu muslihat yang akan terus Iblis lakukan adalah membuat setiap orang percaya jadi selalu merasa dan beranggapan bahwa diri mereka adalah orang yang berdosa, org yang lemah, manusia biasa yang tidak layak untuk berinteraksi dengan Tuhan, tidak berhak untuk berdoa atau meminta sesuatu dari Tuhan dan seterusnya. Inilah yang harus kita tanggulangi!

 

Sesungguhnya, sejak kita dilahirkan kembali oleh pekerjaan Roh Kudus, kehidupan sehari-hari kita sangatlah berbeda! Sekarang kita sudah dibawa terhubung dengan realita Kerajaan-Nya dan kita pun sudah menerima posisi rohani sebagai anak Allah! Seharusnya kehidupan sehari-hari kita mendemonstrasikan kemuliaan Kerajaan-Nya! #AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut besok.

 

Ps. Steven Agustinus