Top

9 Januari 2020

Lukas 19:29-34 (TB) Ketika Ia telah dekat Betfage dan Betania, yang terletak di gunung yang bernama Bukit Zaitun, Yesus menyuruh dua orang murid-Nya dengan pesan: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari. Dan jika ada orang bertanya kepadamu: Mengapa kamu melepaskannya? jawablah begini: Tuhan memerlukannya.” Lalu pergilah mereka yang disuruh itu, dan mereka mendapati segala sesuatu seperti yang telah dikatakan Yesus. Ketika mereka melepaskan keledai itu, berkatalah orang yang empunya keledai itu: “Mengapa kamu melepaskan keledai itu?” Kata mereka: “Tuhan memerlukannya.”

 

Saat saya membaca perikop di atas, Roh Kudus berkata: Akan tiba waktunya pendengaran rohani kita akan jadi sedemikian tajam sehingga kita akan bisa mendengar atau menerima arahan – arahan Tuhan secara spesifik dan jelas. Tidak lagi meraba – raba atau coba – coba. Tapi jelas! Sehingga setiap tindakan kita sungguh merepresentasikan firman-Nya dan pasti berhasil. Tidak ada lagi keraguan. Sebab suara Tuhan bisa dengan tegas kita dengar.

 

Kualitas pendengaran seperti itulah yang kita butuhkan. Dengan demikian kita tidak lagi salah dalam memahami suara-suara yang datang dalam hidup kita, yang membuat kita melakukan sesuatu yang bukan dari Tuhan. Hari – hari hidup kita akan menjadi sangat berbeda. Menjadi efektif dan sangat produktif bagi agenda Kerajaan Surga. Kita sungguh – sungguh melakukan kehendak Tuhan karena kita memang mendengar apa yang Tuhan katakan. Tidak ada lagi percampuran suara lain entah itu berasal dari suara diri sendiri, suara dunia ataupun suara roh jahat, semuanya itu tidak akan lagi terdengar! Frekuensi rohani kita hanya tertuju kepada suara-Nya saja.

 

Bagian kita adalah memastikan realita hadirat-Nya selalu nyata dalam hidup sehari – hari. Dan pastikan kita memulai hari dalam kepenuhan kesadaran akan realita Tuhan. Lakukan segala cara untuk alami kesadaran akan Tuhan sampai melebihi kesadaran akan sekeliling. Merenungkan, memperkatakan dan membaca firman serta doa dalam bahasa roh, itu semua adalah tindakan konkret yang harus kita lakukan untuk mengarahkan hati kita agar tetap tertuju kepada Dia. Jika hati kita sudah berpaut hanya kepada Dia, maka sesungguhnya Tuhan menjadi sangat nyata di dalam hidup kita. Ia ada dalam diri kita. Kita dapat mendengar dengan jelas suara Tuhan berfirman! Saya benar – benar bisa merasakan, betapa pentingnya suara Tuhan memimpin hidup kita sehari – hari. Jadi hidup kita bisa tepat sasaran dan otomatis mengalami semua hasil dari ketaatan kita kepada-Nya (Ulangan 28).

 

Jika di zaman yang lampau saja para tokoh pahlawan iman benar – benar dipimpin oleh suara Tuhan, masakan kita saat ini sebagai ciptaan baru justru sulit mendengar suara Tuhan. Harusnya suara Tuhan semakin jelas kita dengar! Abraham, Nuh dan Elia, mereka semua dipimpin oleh suara Tuhan dan mereka mendengar secara jelas dan spesifik. Itulah yang kita butuhkan yaitu kemampuan mendengar dengan jelas!

 

Saya percaya pelatihan kita dalam hal berlama – lama di hadirat-Nya, berdoa, ataupun membaca dan mendeklarasikan firman merupakan cara efektif untuk mempertajam indera rohani kita dalam mendengar suara-Nya! Doa saya: Roh Kudus tolong dan buat kami bisa dipimpin oleh suara Tuhan saja, sehingga hari – hari hidup kami bisa berguna dan tepat sasaran bagi agenda Kerajaan Surga!

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus