Top

9 Juni 2020

Message ini adalah kelanjutan dari message kemarin.

 

Kita sedang membahas tentang tipu muslihat si Jahat yang terus berupaya menghentikan aliran penyetaraan pewahyuan dalam hidup jemaat atau para pemimpin.

 

Musuh akan selalu mempergunakan berbagai peristiwa, situasi atau keadaan, orang-orang berpengaruh yang hidup fasik dan lain-lain untuk membuat jemaat atau para pemimpin:

(a) Kehilangan hasrat untuk terus belajar dan

(b) Kehilangan jati diri mereka yang sejati di dalam Kristus!

 

c. Paulus juga meminta kita untuk mengenakan kasut kerelaan memberitakan injil damai sejahtera – suatu metafora yang menegaskan pentingnya kuasa firman selalu menjagai dan menguatkan langkah kaki kita dalam menjalani kehidupan sehari-hari (Efesus 6:15)

 

Tipu muslihat Iblis akan selalu berupaya untuk membuat kita jadi kehilangan kesempatan dalam ‘mengonsumsi’ firman sehingga dalam kita menjalani kehidupan sehari-hari terus terkondisikan untuk mengandalkan kekuatan diri sendiri!  Padahal Tuhan menghendaki untuk setiap jemaat atau para pemimpin selalu hidup dari firman-Nya!

 

Manusia hidup bukan dari roti saja, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah (Matius 4:4)! Tanpa hidup dengan mengandalkan firman, manusia jadi cenderung terus menggunakan kekuatannya sendiri.

 

Padahal Alkitab jelas menegaskan bahwa “terkutuklah orang yang mengandalkan kekuatannya sendiri” (Yeremia 17:5-6).

 

Pahami prinsip ini: Iblis tidak akan pernah bisa mengutuki kehidupan orang percaya karena mereka adalah umat yang sudah diberkati Tuhan! Yang bisa Iblis lakukan hanyalah melancarkan tipu daya atau tipu muslihat yang membuat orang-orang percaya jadi menjalani kehidupan sehari-hari mereka dengan mengandalkan kekuatan sendiri; dan secara otomatis akhirnya orang percaya jadi hidup di bawah bayang-bayang kutuk!

 

Pastikan setiap hari atau setiap waktu, selalu ada kuasa firman yang bekerja dalam pikiran atau hati kita!

 

d. Paulus menegaskan untuk di segala waktu kita bisa mempergunakan perisai iman – suatu metafora yang menegaskan pentingnya selalu mempergunakan dasar keyakinan yang kita miliki tentang keberadaan Tuhan dalam menghadapi berbagai serangan dari roh-roh Jahat.

 

d.1. Jadikan keberadaan Tuhan yang selalu setia untuk menjadi perisai hidup kita.

 

1 Korintus 10:13 (TB)  Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. SEBAB ALLAH SETIA DAN KARENA ITU IA TIDAK AKAN MEMBIARKAN KAMU DICOBAI MELAMPAUI KEKUATANMU. PADA WAKTU KAMU DICOBAI IA AKAN MEMBERIKAN KEPADAMU JALAN KE LUAR, SEHINGGA KAMU DAPAT MENANGGUNGNYA.

 

d.2. Jadikan keberadaan Tuhan yang selalu memelihara atau care about us, sebagai perisai hidup kita.

 

1 Petrus 5:7-10 (TB)  SERAHKANLAH SEGALA KEKUATIRANMU KEPADA-NYA, SEBAB IA YANG MEMELIHARA KAMU. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya.

 

d.3. Jadikan keberadaan Tuhan yang selalu merancangkan kebaikan dan masa depan yang gilang gemilang sebagai perisai hidup kita

 

Yeremia 29:11 (TB)  Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

 

Roma 8:28 (TB)  Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

 

Dengan membangun ketiga poin di atas sebagai bahan untuk membangun dasar keyakinan kita, tidak akan ada lagi panah api si Jahat yang bisa menembusi kehidupan kita!

 

Karena saat Paulus berbicara tentang ‘panah api si Jahat’, dia sedang berbicara tentang berbagai:

(a) Pengaruh,

(b) Pemikiran dan

(c) Perasaan negatif yang akan membuat orang percaya terus mengalami berbagai:

(c.1) Intimidasi rohani,

(c.2) Tekanan mental maupun

(c.3) Gangguan emosi negatif yang bertujuan membuat orang percaya yang bersangkutan jadi mulai meragukan kebaikan dan kasih Tuhan. Menghancurkan sendi-sendi fondasi iman dan dasar keyakinan yang selama ini sudah menggerakkan hidupnya.

 

Petrus menegaskan: Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama. Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. (1 Petrus 5:9-10).

 

#AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut lagi besok

 

Ps. Steven Agustinus