Top

9 Maret 2020

Yoel 3:9-10 (TB) Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: BERSIAPLAH UNTUK PEPERANGAN, GERAKKANLAH PARA PAHLAWAN; SURUHLAH SEMUA PRAJURIT TAMPIL DAN MAJU! TEMPALAH MATA BAJAKMU MENJADI PEDANG DAN PISAU-PISAU PEMANGKASMU MENJADI TOMBAK; BAIKLAH ORANG YANG TIDAK BERDAYA BERKATA: “AKU INI PAHLAWAN!”

 

Ada suatu maklumat yang datang dari sang Raja, ditujukan kepada umat-Nya, kepada Gereja Tuhan: Persiapkan dirimu, akan ada peperangan besar yang datang – suatu peperangan yang akan menghancurluluhkan semua ‘orang biasa atau rakyat jelata’. Karena itu harus terjadi perubahan mentalitas dan frekuensi kehidupan di antara jemaat atau orang percaya!

 

Selama sekian waktu lamanya, orang-orang percaya telah ‘dinina-bobokkan’ oleh banyak khotbah dan pengajaran tentang sukses, berhasil, kaya dan diberkati sehingga saat mereka tiba-tiba dihantam oleh berbagai tantangan, pergumulan, tekanan hidup dan berbagai jenis peperangan lain, korban pun segera berjatuhan!

 

Selama sekian waktu lamanya, umat pilihan seperti dibawa mengarungi lautan kehidupan di dalam suatu kapal pesiar di mana di sana hanya ada hal-hal yang menyenangkan dan menghibur; semua boleh dilakukan selama hal itu dipandang benar oleh orang yang bersangkutan. Tidaklah disadari bahwa ‘kapal pesiar rohani tersebut’ adalah sama seperti kapal Titanik yang hanya tinggal menunggu waktu untuk jadi tenggelam dan menciptakan banyak korban!

 

Tidak ada upaya untuk memperlengkapi jemaat ataupun membangun kehidupan mereka di dalam firman! Tidak ada upaya untuk membawa orang-orang percaya hidup dalam kehidupan yang berazaskan sangkal diri pikul salib, mengosong diri dari berbagai keakuan ataupun ambisi manusiawi lainnya. Sehingga ketika terjadi ‘kegoncangan’ dalam hidup mereka, semua berkat, kekayaan, keberhasilan dan kesuksesan mereka jadi sama sekali tidak berguna; malah menjadi sumber celaka! (Pengkhotbah 5:13-14)

 

Tapi inilah saatnya untuk gereja Tuhan mempersiapkan dan membangun jemaat mulai hidup dalam keakuratan dan bangkit sebagai para Pahlawan!

 

1. Para pemimpin atau pengkhotbah harus mulai mengubah frekuensi khotbah ada atau pengajaran yang selama ini mereka bawa dalam gereja, diganti dengan frekuensi suara Tuhan!

 

Hari-hari ini, Tuhan sedang mempersiapkan dan membangun kehidupan umat pilihan untuk melangkah dalam agenda kerajaan, destiny Ilahi atau tujuan hidup mereka.

 

Saat seseorang mulai hidup sebagai prajurit, ia harus menyadari bahwa pola hidupnya harus berubah; tidak bisa lagi seenaknya sendiri! Seorang prajurit diwajibkan untuk menyenangkan komandannya (2 Timotius 2:3-4). Hidup hanya untuk mewujudkan perintah dari komandannya!

 

Komandan tertinggi kita adalah Kristus sendiri! Sudah saatnya untuk dari mimbar gereja, suara dan keinginan sang Komandan (Kristus) kembali diperdengarkan!

 

Selama ini suara dan keinginan dari para pemimpin yang tidak lagu terhubung dengan sang Komandan telah mengambil alih dan ‘membajak’ suara dan keinginan hati sang Komandan sorgawi! Ini saatnya untuk kembali para prajurit kerajaan sorga (jemaat dan para hamba Tuhan) kembali mengucapkan sumpah setia mereka hanya kepada sang Komandan Surgawi (Kristus)!

 

Matius 16:24-26 (TB) Lalu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?

 

#AkuCintaTuhan

 

Message ini masih akan berlanjut lagi besok.

 

Ps. Steven Agustinus

 

(Bagi saudara pengguna Instagram, ikuti akun IG terbaru Ps. Steven Agustinus di @psstevenpersonal – Gbu)