9 November 2021

Dalam melayani Tuhan, seorang imam memiliki jadwal yang tetap setiap harinya. Setiap pagi ada suatu rutinitas yang dilakukan. Ia akan memulai dengan membersihkan kaki dian di ruang kudus Tuhan, karena ia harus memastikan ada minyak yang cukup bagi pelita untuk bisa menyala secara penuh, kemudian ia juga harus membersihkan kotoran pada sumbu pelita, dan lain sebagainya.

Kaki dian merupakan lambang dari kehadiran pribadi Roh Kudus, menandakan bahwa kita membutuhkan adanya kobaran api Roh Kudus yang terus membakar dan berkobar dalam hidup kita. Itu sebabnya kita harus mengobarkan manusia roh kita setiap pagi, membersihkan batin dan emosi kita dengan mulai berdoa dalam bahasa roh secara meluap-luap sebelum kita memulai aktivitas di sepanjang hari. Memastikan kobaran api Roh dalam batin kita berkobar dan menyala dengan kuat dan membawa level kepenuhan Roh Kudus yang terus bertambah, sehingga realita Tuhan senantiasa mencengkeram pikiran dan batin kita.

Tidak ada salahnya jika setiap hari khususnya sebelum beraktivitas pada pagi hari, kita meminta kepada Roh Kudus untuk menyelaraskan kecenderungan hati kita agar kembali tertuju kepada kebenaran. Sebab mungkin saja karena situasi, interaksi dengan orang ataupun berbagai interaksi dengan dimensi roh, menyebabkan arah hati dan pikiran kita jadi bergeser. Jadi saat Roh Kudus menyelidiki batin, maka akan tereksposelah kondisi hati kita yang sebenarnya. Pada saat itulah kita bisa segera ‘bertobat’ dan kembali melakukan apa yang benar. Minta Roh Kudus untuk membersihkan atmosfer hidup kita dan memastikan kobaran api Roh-Nya kembali berkobar-kobar dalam batin kita.

Sekali lagi Roh-Nya menegaskan: Yang perlu kita lakukan adalah berfokus pada hal yang kekal, yaitu realita hadirat Tuhan dan Kerajaan Surga yang berbicara mengenai kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita ilahi.

Kembali kepada pembahasan tugas dari para imam, aktivitas berikutnya setelah membersihkan kaki dian adalah mengganti roti yang lama dengan roti yang baru pada meja sajian, yang mana ini merupakan gambaran atau simbol dari firman Tuhan.

Firman dengan tegas berkata: “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah” (Matius 4:4). Artinya setiap hari kita membutuhkan firman datang dalam hidup kita. Tidak cukup kita mengandalkan firman yang sudah lama, tapi kita membutuhkan pekerjaan firman yang terus progresif dan memperbaharui hidup kita dari hari ke hari. Pastikan pekerjaan firman bekerja dengan kuat! Jangan berhenti membaca dan memperkatakan firman sampai firman-Nya betul-betul menjadi rhema yang menjamah hidup kita.

Message ini masih akan berlanjut lagi besok hari.

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

___

Dapatkan renungan harian Ps. Steven Agustinus (text, quote & audio) setiap harinya melalui Whatsapp Anda, dengan cara mendaftarkan diri:
Nama, Kota, No Whatsapp
Kirim ke nomor 0888-6132-106

Atau langsung klik link berikut ini: https://wa.link/homdvi