Top

9 Oktober 2019

Saya merasakan di dalam roh pagi ini, ada tangan kasih setia Tuhan yang mengangkat umat-Nya berada dalam posisi yang berkemenangan. Pekik sorak sorai, gempita sukacita, kedamaian yang melampaui segala akal memenuhi dan meluap dari dalam batin umat-Nya. Sehingga terbangun dasar keyakinan yang tidak tergoyahkan bahwa semuanya aman dalam kendali tangan Tuhan. Tidak ada satu pun peristiwa, kondisi, dan orang yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus. Dengan demikian, rencana Tuhan bagi kita dalam rangka menyelesaikan agenda Kerajaan Surga tidak ada yang bisa menggagalkannya, melainkan pasti tergenapi.

 

Roh menegaskan kepada saya untuk menjagai roh yang berkemenangan dan atmosphere sukacita ilahi tersebut. Lanjutkan hal itu dalam kehidupan sehari – hari. Buat lebih dalam dan mencengkeram lebih kuat. Ingat senantiasa momen – momen jamahan Tuhan. Fokus saja pada hal tersebut. Sambil dengan tekun mendeklarasikan firman dan impresi yang diterima. Lalu renungkan setiap Firman dan pekerjaan Roh yang sedang mengalir. Cari ayat – ayat firman yang berkaitan dengan hal tersebut. Gali lebih dalam (renungkan berkali – kali dengan cara memberikan pertanyaan – pertanyaan kepada Roh Kudus) Tuliskan dan perkatakan setiap penjelasan yang Roh Kudus berikan sampai roh kita bergelora lebih kuat.

 

Kekonsistenan dalam melakukan hal di atas akan membuat kita senantiasa memikirkan hal – hal yang dari Roh. Segala hal yang benar dan membangun akan selalu menjadi bahan perenungan kita (Fil 4:8). Dengan demikian kita dapat senantiasa dibangun seturut dengan pola ilahi. Menjadi kemah Allah yang berfungsi mengalirkan KEHIDUPAN yang menelan segala kematian atau maut di atas muka bumi ini (Wah 21).

 

Roh menegaskan, dunia selalu ingin menjadikan kita TEMPAT SAMPAH. Ia mau kita terus merenungkan kesalahan orang, menyimpan dendam, mengingat peristiwa pahit (pertengkaran, momen dikecewakan, momen sakit hati) dan segala hal negatif lainnya. Itulah yang membuat kita tumbuh menjadi pribadi yang tidak utuh! Bukan menjadi pembawa damai, justru menjadi orang yang menularkan kepahitan hidup.

 

Masa – masa itu sudah berlalu dan yang baru sudah datang. Ini waktunya hidup kita diisi dengan kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita. Hidup kita selalu menjadi kesukaan Allah dan pembawa damai di mana pun kita berada. Tidak ada lagi masalah dalam hidup ini, sebab kita telah dicetak seturut kebenaran dan tidak lagi membawa luka. Masa penuh masalah sudah berakhir. Tangan kasih setia Tuhan mengangkat kita sebagai umat yang berkemenangan dalam segala aspek. Kita hidup dalam sukacita abadi dan sorak sorai kemenangan!! #AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus