Top

JALAN MASUK UNTUK TINGGAL DI DALAM DIA

Efesus 1:11. Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan-kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya.12. supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. Adalah merupakan kehendak Tuhan  untuk membawa setiap kita bisa selalu mengalami apa yang menjadi porsi dan bagian kita dan menikmatinya secara penuh. karena Dia adalah Bapa yang baik yang rindu kita menikmati porsi kita. Bukan hanya sekedar menikmati apa yang menjadi porsi bagian kita saja, tetapi dalam ayat 12 dituliskan Bapa juga menghendaki hidup kita boleh menjadi puji-pujian.

Ketika kita tinggal di dalam Dia dalam dimensi rohani di dalam Dia, apa yang menjadi porsi dan bagian kita akan kita dapatkan. Tidak ada satupun jemaat yang tinggal di dalam Dia akan mengalami tantangan yang tidak bisa diselesaikan. Setiap pergumulan dan masalah akan bisa kita taklukan. Karena di dalam Dia, kita mendapatkan seluruh porsi anugerah, penyertaan Tuhan yang kita butuhkan untuk berkemenangan dalam segala hal.

Dari kita menikmati porsi di dalam Dia, kita akan mendapatkan ada banyak kemenangan dan kesaksian bagaimana Tuhan menyertai kita dan mencukupkan kebutuhan kita. Sehingga kita dapat menikmati takaran anugerah yang sudah Bapa sediakan. Ada kemenangan, ada terobosan dan kebangkitan yang kita alami. Kehidupan sehari-hari akan penuh dengan kesaksian, kemenangan, pemulihan dan kebangkitan dari Tuhan. Hidup kita akan menjadi puji-pujian bagi Tuhan. Kita akan dipakai Tuhan menjadi berkat dan memberikan dampak bagi orang banyak. Roh Kudus sedang berbicara dan membawa setiap kita untuk masuk dan tinggal dan hidup di dalam Dia.

Ketika kita ada di dalam Dia, kita akan menikmati setiap tetes anugerah. Tidak perlu lagi ada jerih payah manusia. Semua yang kita butuhkan sudah Dia sediakan dan  limpahkan. Masa-masa kekeringan rohani, masa kita harus menghadapi berbagai tantangan dan kalah telah berakhir! Ini saatnya hidup kita mengalami realita surga secara nyata. Kita akan menjadi orang yang selalu berhasil dan beruntung karena Tuhan menyertai kita. Kita percaya era kesuaman rohani telah berakhir. Era pergumulan telah berlalu. Era kehidupan yang penuh tantangan dan berakhir dengan kekalahan telah berakhir. Hari ini kita memasuki datangnya hari yang baru, datangnya anugerah yang baru. Kita sambut datangnya perkenanan Tuhan yang terus menyertai kita. Mari kita masuk, mari kita tinggal di dalam Dia.

Ayat 11, disebutkan 11. Aku katakan “di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan-kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya. Ada  standard yang Tuhan tetapkan agar kita dapat menikmati kehidupan di dalam Dia. Kalau kita memenuhi persyaratan yang ada maka kita akan hidup di dalam Dia.

Inilah Standard Hidup Agar Kita Hidup Di Dalam Dia.

Mari buka Ibrani 12:1-4 Kita akan menjadi perkasa dan melihat campur tangan Tuhan dan dimasukan dalam pahlawan-pahlawan Iman. Dalam Ibrani 12:1-4, inilah persyaratan yang Tuhan berikan :1. Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.2. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah. 3.Ingatlah selalu akan Dia, yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang-orang berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus asa.4. Dalam pergumulan kamu melawan dosa kamu belum sampai mencucurkan darah.

Standar Hidup Di Dalam Kristus:

  1. Bapa merindukan agar setiap kita sebagai orang percaya memiliki mata yang tertuju kepada Yesus

Tuhan menghendaki dari waktu ke waktu, kita memastikan hati kita tetap tertuju kepada Dia. Ini adalah syarat utama untuk kita tinggal di dalam Dia. Selama hati kita teralihkan kepada yang lain, mulai cinta diri sendiri, cinta dunia, dan cinta uang maka cinta akan Tuhan akan menghilang. Anugerah akan dicurahkan, memampukan kita untuk selalu ada di dalam Dia.

Alkitab mengatakan Akulah pokok anggur yang benar dan kita adalah ranting-rantingnya. Ketika ranting terus melekat pada pokok anggur, ketika hati kita tertuju kepada Yesus, kita akan bertumbuh dan menghasilkan buah tanpa harus bergumul. Selama ranting terus melekat kepada pokoknya, maka ranting tidak perlu bergumul untuk bertumbuh. Setiap pertumbuhan selalu terekspresi melalui kemajuan-kemajuan dan  perubahan-perubahan dalam kehidupan.

 

Seorang bayi saat dilahirkan beratnya sekitar 3-4kg, kemudian dalam pertumbuhannya akan menyebabkan beratnya bertambah. Bayi tersebut akan belajar berjalan yang menandakan terjadinya  pertumbuhan.  Pertumbuhan selalu terekspresi lewat perubahan. Kalau kita perlu mengalami kemajuan yang berat di dalam Tuhan dan harus bergumul, artinya hati kita tidak tertuju kepada Tuhan. Biarlah setiap kita mengalami hati kita  tertuju kepada Tuhan. Biarlah Tuhan mengkondisikan kita untuk selalu punya hati yang tertuju kepada Tuhan.

Kalau kita ingin mengubah arah tubuh kita, kita harus menggeser kaki kita. Lalu bagaimana kalau kita ingin mengubah arah hati kita? Pergunakan mulut kita untuk memperkatakan sesuatu. Pakai mulut kita dengan mengatakan kita mengarahkan kecenderungan hati kita kepada Tuhan untuk mencintai Dia. Pakai mulut kita untuk mengatakan kita untuk semakin jauh dari cinta akan dunia, cinta uang dan diri sendiri.

Ketika kita menggunakan mulut, sebetulnya kita sedang mengarahkan hati kita untuk tertuju kepada Dia. Mati hidup orang ditentukan oleh mulutnya, siapa yang suka menggemakan akan memakan buahnya. Kalau kita menggunakan mulut untuk memperkatakan Firman, kita sedang mempersiapkan datangnya buah-buah dalam kehidupan kita. Oleh karena itu saya tidak mau dalam ibadah, jemaat hanya diam saja tanpa memperkatakan FirmanNya. Kalau di ibadah saja yang suasananya sudah dibangun sedemikian rupa, jemaat tidak mempergunakan mulutnya, bagaimana kalau kondisinya jemaat sendirian? Permasalahannya bukanlah pada Tuhan yang kurang pendengarannya sehingga kita harus memperkatakan FirmanNya, tetapi kondisi hati kita yang harus disetting agar tertuju kepada Tuhan.

Disiplin diri kita satu jam sekali memperkatakan Firman dan membuat deklarasi untuk memiliki hati yang tertuju kepada Yesus, sehingga otomatis kita akan terus bertumbuh dan menghasilkan buah. Kita tidak perlu bergumul untuk menghasilkan buah. Ada banyak pengalaman rohani, ada kemajuan yang kita alami karena kita melekat dan tinggal di dalam Dia. Biarlah suara Tuhan terus datang dan berbicara membawa kita untuk tinggal di dalam Dia. Di mulut kita, Tuhan telah menaruh FirmanNYA. Ucapkan, perkatakan, deklarasikan Firman dan jadikan sebagai bahan doa kita untuk diperkatakan supaya hati kita tetap tertuju kepada Dia.

Jangan bosan-bosan, jangan jadi kristen pemalas. Jangan hanya berdiam diri dan jangan pasif. Teruslah pakai mulut untuk mendeklarasikan Firman. Ketika kita sedang merasa kuat, deklarasikan Firman. Apalagi kita sedang merasa lemah, kita harus lebih mendeklarasikan Firman. Ketika kita sehat, deklarasikan Firman. Bahkan pada kondisi sakit, kita harus lebih dalam mendeklarasikan Firman.

Jangan biarkan kita penuh masalah akibat tidak memperkatakan Firman. Justru saat kita merasa kondisi hidup kita sedang turun, kita harus lebih memperkatakan Firman supaya Tuhan membawa kita naik. Selama kita tinggal di dalam Dia, semua kebutuhan kita dicukupi dengan limpah. Kebutuhan fisik dan rohani akan kita terimanya secara penuh.  Ini bukan cuma wacana atau kotbah yang enak di dengar yang setelah itu dilupakan. Ini adalah arahan/briefing, ini adalah perintah yang harus dilakukan.

Tuhan menghendaki kehidupan rohani kita stabil dan tidak naik turun. Tuhan mau kita bertumbuh dari satu level kemuliaan kepada level kemuliaan yang lebih lagi. Ini yang seharusnya kita alami setiap hari. Janganlah jemu-jemu mempergunakan mulut kita untuk berkata-kata tentang FirmanNya. Selama kita memperkatakan Firman, hati kita akan tertuju kepada Dia dan artinya kita tinggal di dalam Dia. Kita akan menikmati semua yang menjadi kebutuhan kita disupply/disediakan Tuhan secara limpah. Pastikan hati kita tertuju kepada Tuhan.

  1. Tuhan menghendaki kita memunculkan NIAT  dalam hati kita untuk menjadikan agenda kerajaan Surga menjadi  PRIORITAS UTAMA dalam hidup kita

Matius 6:33 Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNYA. Artinya kita harus memprioritaskan agenda kerajaan surga sebagai prioritas utama. Mungkin sebelumnya telah ada banyak prioritas-prioritas lain yang menjadi prioritas sebelum kita bertobat. Akan tetapi setelah kita lahir baru, seharusnya kita membuat prioritas yang baru. Urutan prioritas utama kita mungkin berupa bekerja untuk menghidupi keluarga. Mungkin buat orang-orang muda atau anak sekolah menganggap belajar adalah prioritas utama. Tuhan menghendaki kita setelah mati bersama Kristus dan bangkit bersama dengan Dia, dan mengalami kelahiran baru, kita memprioritaskan Dia.

Ketika kita mempunyai prioritas artinya  terwujud dalam aktivitas. Kalau kita berkata bahwa prioritas utama adalah Tuhan, maka saat kita bangun, apa yang pertama kali kita lakukan? Ingat bahwa prioritas wujudnya dalam bentuk aktivitas. Yang namanya prioritas adalah sesuatu yang nomor satu. Apa yang pertama kali kita lakukan saat bangun pagi?

Jadikan doa, membaca Firman sebagai prioritas yang utama. Artinya pada saat kita buka mata di pagi hari, kita memprioritaskan untuk bersekutu dengan Tuhan. Yesus mengatakan tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam dengan Aku? Ini adalah standar minimal yang Tuhan tetapkan untuk bersekutu dengan Tuhan. Artinya kita harus menyediakan minimal satu jam bersekutu dengan Tuhan. Oleh karena itu, kita harus bangun lebih pagi agar dapat bersekutu dengan Tuhan. Kalau kita berkata bahwa kita ingin menjadikan Kristus sebagai yang utama, artinya harus terwujud lewat aktivitas kita. Walaupun ada yang berkata bahwa mereka adalah orang yang terbiasa berdoa di malam hari, kita harus melatih diri kita untuk menjadi orang yang bisa bangun pagi.

Kalau kita ingin menjadikan prioritas sebagai yang utama, mulailah lewat aktivitas yang memprioritaskan Dia. Prioritas nomor satu harus terwujud lewat aktivitas, yaitu lewat berdoa, membaca Firman minimal satu jam.  Kita harus bertambah rajin. Ikuti persekutuan doa supaya manusia roh kita sebagai terus semakin terlatih, perkasa dan kuat.

Tuhan menghendaki kita mulai menyelaraskan kehidupan kita dengan agenda kerajaan Surga. Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya. Yang namanya prioritas adalah tidak boleh adanya dua aktivitas dalam satu kegiatan.  Artinya mengejar dan melakukan kehendak Tuhan adalah nomor satu. Belajar pahami, bahwa melalkukan kehendak Tuhan tidak akan sempurna kita selesaikan kalau kita melakukannya sendirian.

Ada yang namanya ?personal calling?/panggilan pribadi dan ada yang namanya ?coorporat calling?/Panggilan bersama. Destiny bersama yang diwujudkan lewat gereja lokal. Tuhan menghendaki kita untuk kita sebagai jemaatNya diperlengkapi dalam rumah Tuhan agar dapat berfungsi menyelesaikan kehendak Tuhan sebagai Tubuh Kristus. Kalau kita mau menyelesaikan kehendak Tuhan tidak bisa mungkin lewat perseorangan tetapi diwujudkan lewat tubuh Kristus. Lahirnya Tubuh Kristus selalu dimulai dari orang-orang yang percaya yang bergabung membuat komitmen bersama-sama berjalan dalam arah yang sama dengan dinamika rohani yang sama, dikuatkan dengan Firman yang sama dalam gereja lokal.

Efesus 4: 11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar- pengajar, 12. untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus. Tuhan membangkitkan rasul, nabi, gembala dan pengajar untuk memperlengkapi orang-orang kudus yaitu kita semua. Tuhan sudah menebus kita dari dosa dengan darah yang sangat mahal dan Dia menguduskan kita agar kita bisa dipanggil sebagai anak-anakNya, sebagai umat pilihan Allah, sebagai umat yang sudah dikuduskanNya.

Para rasul, gembala dan nabi dipanggil untuk memperlengkapi kita. Kita dibawa masuk dalam sebuah training dan briefing tentang apa yang seharusnya kita kerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Gereja adalah satu-satunya institusi yang ditetapkan untuk melahirkan Tubuh Kristus. Gereja akan dipakai menyatukan semua kita. Kita masing-masing punya latar belakang yang berbeda, pengalaman yang berbeda-beda. Ada banyak kesaksian hidup yang berbeda. Akan tetapi ketika Tuhan menyatukan kita di sini artinya Dia mau meleburkan kita semua agar menjadi satu di dalam Dia.

Gambaran yang Tuhan berikan adalah kita diperlengkapi untuk bisa dibangun menjadi Tubuh Kristus. Jadi ketika berbicara tentang menyelesaikan kehendak Tuhan, kita tidak bisa lagi berpikir, yang penting saya dan Tuhan menyelesaikan kehendak Tuhan. Itu artinya kita hanya menyelesaikan personal calling. Yang namanya Personal calling akan bisa diselesaikan dengan mudah tercapai saat kita melebur dalam coorporat calling/panggilan bersama.

Di jaman kharismatik dulu, masing-masing individu merasa cukup mampu untuk mengerjakan kehendak Tuhan. Mereka berpikir yang penting mereka diurapi, yang penting Roh Kudus ada di atas mereka. Mereka mencoba menyelesaikan kehendak Tuhan. Akan tetapi dunia di sekitarnya semakin merosot.  Pertanyaan adalah apakah mereka kurang diurapi? Bagaimana dengan Pendeta A atau pendeta B yang kalau membuat KKR yang dihadiri banyak orang? Mengapa dunia terus mengalami kemerosotan? Tuhan mendapati, orang-orang yang diurapi tersebut tidak melakukan apa yang seharusnya menjadi bagian mereka seperti yang Tuhan mau.

Adam mempunyai dua anak, yaitu Kain dan Habil. Mereka sama-sama mempersembahkan korban. Kain tidak membawa persembahan yang buruk, atau yang layu dan yang jelek seperti yang diajarkan oleh guru-guru sekolah minggu di waktu dulu. Melainkan Kain membawa persembahan yang terbaik berupa tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan tetapi persembahannya ditolak oleh Tuhan. Kain tidak mungkin mempersembahkan persembahan yang buruk. Walaupun Kain mempersembahkan yang terbaik, tetapi ini tidak seperti aturan yang Tuhan  tetapkan. Persembahan menurut Tuhan mengharuskan ada pertumbuhan darah sebagai perwujudan dari Korban Kristus. Tuhan menerima persembahan Habil karena adanya penumpahan darah yang adalah lambang perwujudan dari Korban Kristus.

Sampai sejauh ini tidak kurang ada banyak hamba Tuhan yang diurapi. Akan tetapi mengapa dunia sedang mengalami kemerosotan? Karena mereka melakukan pelayanan mereka dengan cara yang mereka mau dan bukan berdasarkan standar yang Tuhan tetapkan.   Hari ini biarlah kita melakukan panggilan Tuhan dengan cara yang Tuhan tetapkan sendiri. Jangan memakai cara kita sendiri. Pakai cara Tuhan. Tuhan menghendaki TubuhNya yang termanifestasi. Lewat Tubuh Kristus kita akan menaklukan raksasa-raksasa dunia yang muncul di akhir jaman ini. Lewat Tubuh Kristus akan dinyatakan kuasa kedaulatan Tuhan.  Ini saatnya gereja Tuhan menyatakan kuasa dan manifestasi dari kedaulatan tubuhNYA.

Ubah konsep yang selama ini kita punyai tentang gereja. Ketika kita menanamkan akar rohani di satu tempat, kita akan selalu mengalami tangan Tuhan bekerja kuat dalam kehidupan kita. Berapa banyak orang Kristen yang kaya raya? Ada banyak, tetapi pertanyaan adalah mengapa ada banyak pekerjaan Tuhan yang masih terus menderita? Mereka hanya kaya secara pribadi tetapi pribadi mereka tidak meleburkan diri dalam agenda Tuhan. Mereka hanya berkata bahwa pokoknya mereka adalah orang kaya untuk tubuh Kristus.

Pengertian yang mereka punyai hanya untuk Tubuh Kristus selalu merujuk kepada yang universal. Padahal untuk yang universal termanifestasi, pertama-tama yang lokal harus terwujud. Mereka berpikir buat apa mereka melebur di gereja BCC? Buat apa melebur atau memberikan persembahan perpuluhan kepada BCC yang sudah kaya?  Mereka berpikir lebih baik memberikan kepada gereja kecil yang lebih membutuhkan. Ini adalah pemikiran yang keliru sebab pemikiran tersebut sedang melangkahi aturan yang Tuhan tetapkan.

Pastikan kita mengerti pola kerja Tuhan. Kalau Tuhan ingin membawa kita menghasilkan buah, Tuhan selalu menganalogikan orang percaya sebagai pohon. Dalam Alkitab, pohon  tidak ditanam secara hidroponik. Pohon harus ditanam di tepi aliran sungai. Dalam kitab Yesaya dituliskan pohon ditanam di pelataran rumah Allah. Yang namanya ditanam tidak bisa di pindah-pindah. Buat mereka yang berpikir yang penting saya ke gereja, kadang minggu ini ke gereja ini dan minggu depan ke gereja lain. Sadari bahwa dalam satu rumah terdapat dinamika yang berbeda.

Ada banyak orang di luar sana yang mengajarkan Yesus tanpa salib, tanpa kematian daging dan kebangkitan. Yang diajarkan hanyalah Yesus yang akan memberkati, menyembuhkan tanpa menuntut kita mengalami kematian daging dan dibangkitkan untuk hidup bersama Kristus. Oleh karena itu   ambil keputusan, ambil ketetapan untuk  membangkitkan niat untuk memprioritaskan agenda Kerajaan Surga. Sadari bahwa agenda kerajaan Surga tidak bisa diselesaikan sendirian.

Pastikan agar kita terus tinggal di dalam Dia, melekat di dalam Dia. Jadikan Tuhan sebagai prioritas terpenting. Jadikan agenda kerajaan Surga sebagai prioritas terpenting kedua. Agenda kerajaan Surga diwujudkan lewat gereja lokal.

Tuhan sedang membawa kita untuk bergerak dalam destiny ilahi untuk membawa perubahan dengan memposisikan kita sebagai orang yang hidup di dalam Dia. Kita akan menerima anugerah di dalam Dia, dan dipromosikan jauh lebih tinggi dari bangsa-bangsa. Justru di tengah kegelapan, ada terang Tuhan dan kemuliaan Tuhan yang bersinar dan terbit atas kita. Hidup sehari-hari tidak akan pernah sama lagi. Kita akan dipromosikan menjadi lebih tinggi dari bangsa-bangsa lain. Biarlah Tangan Kuasa Tuhan memposisikan kita dan mempromosikan jauh lebih tinggi dari bangsa-bangsa lain. Biarlah tangan kuasa Tuhan bekerja dan memposisikan kita, mempromosikan kita jauh lebih tinggi dari bangsa-bangsa lain. Ini saatnya terlahir gereja yang Tuhan pakai untuk mengubahkan kota.

Sekarang adalah waktu di lembah penentuan. Kita harus mengambil keputusan. Tidak boleh berputar-putar dalam ketidak-akuratan. Ini adalah saatnya kita dibangun dalam keakuratan, dibangun sesuai agenda kerajaan Surga. Biarlah kita sungguh-sungguh mengalami hidup kita tidak sama lagi, melalui meleburkan diri dalam gereja lokal. Biarlah kehidupan sehari-hari kita mengalami perubahan. Ada perubahan hidup yang sangat nyata terjadi.

Untuk bisa benar-benar melebur dalam gereja lokal, kita harus rela mengalami kematian daging, kematian dalam ambisi, keinginan, dalam cita-cita dalam hidup kita. Kita adalah batu-batu hidup yang dipersiapkan untuk pembangunan tubuh rohani dan menjadi tubuh Kristus. Kita tidak boleh lagi pindah dari satu gereja kepada gereja lain. Ada banyak jemaat seringkali menjadikan alasan-alasan lahiriah untuk tidak mau meleburkan diri. Mengapa orang sulit meleburkan diri? Mungkin di dalam diri kita terbangun sebuah trauma atau mindset kalau sudah masuk gereja, kita akan terbelenggu. Saya punya sebuah pertanyaan besar buat orang yang sudah punya pelayanan. Apakah kita mau menjadi added value, nilai tambah dalam apa yang sedang Tuhan kerjakan? Saya mendapati, Tuhan memberikan konsep tentang Tubuh Kristus. DNA seseorang dari ujung rambut dengan organ lain, pasti sama. Bagaimana mungkin kita mengatakan bahwa ini adalah tubuh Kristus kalau kita meyakini sebuah hal dan yang lain tidak meyakini hal tersebut? Manifestasi Tubuh Kristus selalu punya standar yang harus dicapai.

Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman. Artinya saya meyakini sesuatu, orang lain juga meyakini hal yang sama yang kita dapatkan dari Rasul, Nabi, dan Gembala. Kalau kita mendapati ada penginjil yang pernah mengajarkan apa yang menjadi dasar keyakinan yang berbeda, artinya penginjil tersebut  bukan bagian dari tubuh Kristus. Jangan mengatakan bahwa mereka mengambil dari ayat Alkitab. Iblis juga menggunakan ayat Alkitab saat mencobai Yesus. Lihat kembali perikop dari setiap ayat dan konsteks kekal agenda kerajaan surga.

Tanam akar rohani kita dalam gereja lokal. Kalau pohon tidak buru-buru di tanam, maka potensinya akan rusak. Ketika kita meleburkan dalam dinamika yang Tuhan tanamkan, dan kita bisa menikmati, artinya kita sudah dipanggil menjadi jemaat di dalam gereja lokal tersebut. Kita harus berfungsi. Selama kita belum tahu apa yang harus kita lakukan di gereja lokal, kita harus mencari Tuhan yang adalah ?sang pemilik lading? tentang ?added value? yang harus kita lakukan. Oleh karena itu, setiap pagi, kita harus memprioritaskan mencari Tuhan.

Ada suatu kisah menarik, seorang Tionghoa yang berjualan di pasar. Setiap kali mau jualan di pasar, dia selalu mampir di gereja dan berkata ini ?Oe?, lalu dia pergi lagi. Dari tahun ke tahun, ini selalu menjadi kebiasaan. Suatu kali orang lain bertanya apa yang dia lakukan. Orang tersebut berkata Tuhan ini ?Oe?. Suatu kali dia sakit kritis sampai kepada posisi antara hidup dan mati. Akhirnya dia mendapatkan Yesus menjumpai dirinya, berkata ini ?Oe?. Seketika itu dia menjadi sembuh dan langsung mencari Tuhan Yesus. Setelah diperiksa, orang tersebut dinyatakan sembuh. Orang ini menjadi sembuh hanya dengan ketekunan. Mengapa tidak kita setiap pagi mengatakan kita menghubungkan diri dengan dimensi di dalam Yesus dan kita menerima seluruh anugerah yang menjadi porsi kita di dalam Dia? Pastikan dari waktu ke waktu kita menjagai hidup kita sedemikian rupa untuk meleburkan diri di dalam diri Tuhan menjadi satu di dalam Tubuh Kristus di dalam gereja lokal.

Kalau kita mau berfungsi dan mau melebur, datanglah kepada Tuhan senantiasa. Pada saat kita melebur, kita akan melihat kekurangan dalam gereja lokal. Kekurangan yang Tuhan tunjukkan adalah tanda bahwa Tuhan memanggil kita di sana yang menjadi ladang pelayanan kita untuk menjawab kebutuhan yang ada di dalam rumah Tuhan. Kalau kita bisa melihat kekurangan dalam rumah Tuhan artinya kita dipanggil untuk berfungsi menjawab kebutuhan tersebut. Bagaimana kalau semua berfungsi di dalam rumah Tuhan, bagaimana kita menjadi garam dan terang dunia? Tuhan memberikan ilustrasi kita adalah tubuhNya dan Dia adalah kepalaNya.

Apa yang bisa dilakukan oleh sebuah anak kecil? Tidak banyak apa yang bisa anak kecil kerjakan. Akan tetapi apa yang bisa dilakukan oleh orang dewasa? Ada banyak pekerjaan berguna yang bisa dilakukan oleh orang yang sudah cukup bertumbuh. Di dalam Rumah Tuhan juga, mungkin sampai hari ini kita belum melakukan banyak hal untuk Indonesia, belum melakukan banyak hal untuk dunia? Tetapi apa yang menjadi porsi kita, sudah kita lakukan. Dengan bertumbuh lebih lagi, kita akan bisa melakukan lebih banyak hal. Dengan sedikit yang kita punya waktu itu adalah wujud campur tangan Tuhan. Kalau kita dijadikan sebagai tubuh Kristus, maka impak yang akan kita hasilkan akan lebih dahsyat dan lebih luar biasa. Saya hanya bisa berkotbah di sini di dalam gereja Tuhan. Seandainya kita yang mempunyai kemampuan kotbah membawa dinamika yang sama, dan kita sama-sama bergerak membangun agenda yang sama. Saudara dapat dipakai Tuhan untuk bisa menyampaikan suara Tuhan di sana dan menjadi bagian untuk menyuarakan suara Tuhan di tempat lain.

Apa yang bisa kita lakukan sekarang ini? Tugas dari BCC adalah membangun kota-kota. Ketika terjadi  bencana tsunami di Aceh untuk membangun kembali saja perlu uang sampai trilyunan. Demikian juga kalau kita dipakai untuk membangun kota, maka diperlukan biaya yang sangat besar. Beginilah cara kita berkolaborasi. Jangan minta mata untuk mencicipi makanan, mata akan menjadi rusak. Mata berfungsi untuk melihat, dan mulut untuk mengunyah dan mencecap. Jangan dibalik-balik fungsi anggota tubuh yang ada. Ketika kita berfungsi di tempat kita, maka tubuh kita akan berfungsi sepenuhnya. Saya sudah bisa membayangkan presiden akan mengirim utusan bahwa di BCC untuk mencari banyak orang yang berkualitas, yang berhati baik dan punya otak yang brilliant. Mungkin kita bukan akan menjadi presiden, tetapi suara kita akan didengar untuk mempengaruhi keputusan pemimpin.

Gunung Rumah Tuhan akan menjulang tinggi dan raja-raja akan datang kepada terang yang terbit. Wujud realisasinya adalah kita akan menjadi orang yang terbaik dan terkemuka. Menjadi orang terkemuka tidak cukup hanya lewat berdoa saja. Harus ada ora-et-labora (ada usaha) yang kita lakukan. Ada banyak potensi dan kompetensi yang awalnya tidak kita punyai, ditambahi Tuhan. Manusia rohani kita harus dibangun sehingga kompetensi kita juga harus terbangun. Ada banyak kompetensi yang ditambahkan kepada kita. Anugerah Tuhan yang menyertai kita. Keberadaan kita yang penuh kelemahan sekarang ini seharusnya menjadi pemicu agar orang-orang lain yang punya kelebihan untuk mencapai kompetensi seperti itu. Ayo leburkan diri dalam agenda kerajaan Surga, maka semua potensi dan anugerah yang kita perlukan akan diberikan Tuhan.

Ketika Tuhan panggil saya masuk dalam pelayanan 28 tahun lalu, saya diberi Tuhan seperti melihat kekurangan dan keterbatasan yang ada di dalam gereja. Awalnya dalam ketidak matangan, saya menyerang gereja Tuhan sampai akhirnya saya tidak punya teman. Saat itu saya berpikir bahwa seorang nabi tidak akan diterima di kampong halamannya. Sampai suatu kali, Tuhan menyadarkan saya bahwa hati Tuhan bukanlah menyingkirkan orang dunia. Untuk apa Yesus mati di atas kayu salib kalau seorang hamba Tuhan menepis dan menyingkirkan orang dunia yang masih hidup dalam ketidak akuratan. Saat itulah hati saya berubah dan saya diberikan kerinduan untuk memperlengkapi gereja.

Di saat itulah Tuhan berbicara banyak dan memberikan anugerah dan memunculkan kemampuan dan kompetensi. Bersamaan Tuhan memberikan anugerah, Dia memberikan ladang pelayanan. Dimulai dari pelayanan keliling sampai mengembalakan jemaat. Tuhan membawa kita dan meleburkan diri satu di dalam Dia, di dalam dasar keyakinan yang sama dan dinamika Ilahi yang sama sehingga kita bisa bergerak bersama-sama. Kekuatan tangan kanan harus sama dengan tangan kiri. Artinya harus ada dinamika yang sama. Kalau aliran darah di salah satu bagian tubuh kita terhambat, artinya kita akan mengalami kelumpuhan. Kita perlu alami proses pembentukan yang sama untuk bisa mewarisi hati Tuhan yang sama. Setiap orang percaya harus melewati proses peremukan daging. Kadang kala saat setelah menjadi jemaat BCC, kita mengalami proses peremukan supaya lahir minyak pengurapan. Minyak zaitun sellau didentifikasikan sebagai sesuatu yang perlu diremukan. Pastikan kita mengalami peremukan di dalam gereja Tuhan. Ketika terjadi penyunatan, dan saat menjadi sakit, pastikan kita tetap tinggal di dalam Rumah Tuhan. Jangan lari. Kalau kita mau menanamkan diri dan memposisikan diri sebagai seorang anak, maka ada banyak keuntungan yang kita dapatkan.

Keuntungan dari menjadi Anak:

  1. Dengan memiliki seorang Bapa Rohani, kita akan mendapatkan identitas rohani di dalam Dia
  2. Dengan memiliki seorang Bapa Rohani, kita mendapatkan saudara-saudara rohani

Kita tidak lagi sendirian. Kita tidak akan dengan mudah merasa lemah dan merasakan Elia Sindrome yang mengatakan hanya aku sendiri yang melayani Tuhan. Padahal Tuhan menjawab bahwa masih ada 7000 orang yang tidak ikut menyembah berhala.

  1. Dengan memiliki seorang Bapa Rohani, Kita memiliki contoh tentang pola  hidup yang harus kita bangun. Seorang Bapa bisa berkata ikuti teladan hidupnya
  2. Dengan memiliki seorang Bapa Rohani, kita dpersiapkan untuk mewarisi impian-impian untuk dapat berfungsi

Ada banyak anak rohani yang sampai hari ini masih mencari visi dari Tuhan. Posisikan diri sebagai anak sehingga impian yang Tuhan taruh dalam Bapa Rohani yang perlu menjadi visi anak.

  1. Dengan memiliki seorang Bapa Rohani, kita mewarisi warisan rohani, hidup dalam Roh dan dalam dimensi roh

Hanya ketika kita ada dalam posisi sebagai anak, kita akan mendapatkan warisan Ilahi.

  1. Dengan memiliki seorang Bapa Rohani, Kita dapat diarahakan untuk memasuki ladang yang sudah Tuhan berikan kepada kita

Daud tidak memasuki ladang yang Tuhan tentukan kalau dia tidak taat kepada perintah ayahnya Isai yang adalah perintah yang sederhana. Ketika Daud mentaati arahan, perintah bapanya sesederhana apapun, di sanalah Tuhan telah mempersiapkan panggung rohani untuk memunculkan Daud di seluruh kerajaan Israel. Selama kita punya pikiran sendiri dan tidak mau dengar-dengaran, kita akan semakin jauh dari Goliat yang artinya semakin jauh dari promosi.

  1. Dengan memiliki seorang Bapa Rohani, kita mempunyai ada seseorang yang mengayomi kita dari atas

Kalau ada permasalahan keluarga yang kita alami, kita bisa datang kepada Bapa Rohani sehingga mengalami arahan. Dalam waktunya, kita akan mengalami terobosan. Ketika anak membuka hati, perubahan akan mereka alami secara nyata. Tuhan sedang memposisikan kita sebagai anak dan umat pilihan secara akurat dan kita akan melihat Tuhan mengangkat kita tinggi di atas bangsa-bangsa.

Biarlah anugerah  Tuhan dicurahkan untuk menolong kita untuk mengenali pola rohani. Tidak ada satupun jemaat yang akan kehilangan moment. Setiap jemaat akan dikuatkan oleh Roh Kudus menolong kita untuk mengetahui akan porsi yang harus kita kerjakan dan menanamkan diri dalam Rumah Tuhan. Kehidupan kita tidak akan menjadi sama lagi, karena Tuhan menempatkan kita di tepi aliran air. Kita akan terus bertumbuh. Pergantian musim tidak akan membawa dampak buruk untuk kita. Melainkan kita menghasilkan buah yang lebat bagi kepentingan kerajaan Surga.

Pastikan hati kita terus tertuju kepada Yesus. Pakai mulut kita untuk berkata-kata untuk bisa tertuju kepada Yesus. Yang kedua, leburkan diri dalam gereja Tuhan. Ini bukan waktunya kita berjuang sendiri. Ini waktunya kita muncul sebagai Tubuh Kristus.

PS. Steven Agustinus

Untuk memperoleh materi lengkap dalam format MP3, DVD silakan hubungi bagian penjualan BCC,

WA/Telegram/SMS di 0896.8088.8929

atau TLP :  0817.4927.954

GBU