Top

17 April 2020

Duplikasi roh merupakan wujud dari kedaulatan Tuhan sendiri yang Ia nyatakan kepada orang-orang tertentu yang memang merindukan dan memposisikan diri di dalam pengayoman seorang bapa rohani. Apa pun yang sudah Tuhan investasikan dalam hidup sang bapa rohani akan dapat dilipatgandakan sedemikian rupa dalam kehidupan anak-anak rohaninya. Sehingga kehidupan ilahi yang menghidupkan sang bapa rohani sekarang juga hidup dan menggerakkan setiap anak rohani yang mengalami duplikasi roh tersebut.

1. Untuk menerima duplikasi roh, dibutuhkan suatu takaran kehausan dan kelaparan akan realita Tuhan serta kemauan untuk memposisikan diri secara akurat di bawah pengayoman sang bapa rohani.

Tidak ada satu pun rombongan nabi dari Bethel dan Yerikho yang menerima duplikasi roh Elia meskipun mereka sudah mengetahui dari pernyataan Roh tentang apa yang akan terjadi atas Elia (2 Raja-raja 2). Sebaliknya, hanya Elisa yang menerima duplikasi roh Elia karena Elisa memutuskan untuk terus mengikuti Elia dari dekat, sehingga Elia ‘membuka diri’ untuk menanyakan apa yang Elisa inginkan.

a. Sebelum Elisa menerima duplikasi roh Elia, Elisa harus mampu ‘menjamah’ hati Elia.

b. Elisa harus bersedia untuk ‘mengoyakkan jubahnya sendiri’ sebelum ia mengambil jubah Elia.

c. Elisa harus ‘mampu melihat’ Elia saat ia diangkat oleh Tuhan.

d. Untuk mengaktivasi duplikasi roh yang sudah ia terima, Elisa tetap harus menghubungkan diri dengan ‘Allahnya Elia’ (2 Raja-raja 2:14).

2. Sejak terjadi duplikasi roh, semua orang melihat seperti Elia ‘hidup kembali’ melalui keberadaan Elisa, tetapi bukan berarti Elisa telah berubah menjadi Elia.

Elisa tetaplah Elisa, namun sekarang Elisa telah mewarisi roh yang sama seperti yang sudah Tuhan bangun dalam kehidupan Elia. Elisa tidak sedang berpura-pura bersikap seperti Elia, tetapi Elisa betul-betul memanifestasikan kehidupan yang sama seperti dimiliki oleh Elia. Meskipun roh (kehidupan) Elia sekarang terduplikasi dalam kehidupan Elisa, roh Elia tersebut tetap termanifestasi melalui kebiasaan dan totalitas kepribadian yang selama ini Elisa miliki.

Inilah yang membuat terjadinya duplikasi roh atau pelipatgandaan dalam dampak di kehidupan penerimanya. Seakan-akan Tuhan mengambil dan menggabungkan semua yang terbaik dalam kehidupan seorang bapa dengan kehidupan yang terbaik dalam sang anak.

Ketika duplikasi roh yang Tuhan lakukan melalui hidup Elia, kemudian mulai terduplikasi sampai ke hidup Yehu, maka telah terjadi suatu akumulasi ilahi sampai ‘tiga generasi’. Saat hal itu terjadi, apa yang awalnya membahayakan dan hampir membunuh Elia, sekarang dengan mudah ditaklukkan oleh Yehu (bandingkan 1 Raja-raja 19:1-4 dengan 2 Raja-raja 9:30-37).

Saya berdoa biarlah Bapa di surga terus mengkondisikan hidupmu untuk dapat menerima terjadinya duplikasi roh dari bapa rohanimu. #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus