Top

26 April 2021

Saat sedang merenungkan dimensi rohani yang hadir dalam ibadah VSS hari minggu, Roh Kudus mengingatkan beberapa hal berikut:

 

1. Betapa pentingnya untuk kita terkoneksi dengan seorang bapa rohani yang telah melewati proses pembentukan tangan Tuhan dan yang terhubung dengan realita Sorga – tidak ada lagi cinta akan dunia, cinta akan diri sendiri ataupun cinta akan uang.

 

Tidak bisa lagi ada ‘pertimbangan’ manusiawi yang membuat kita ‘berlama – lama’ menahan diri untuk terjadinya keterhubungan yang akurat.

 

2. Keterhubungan dengan seorang bapa rohani yang telah mengalami kematian dari cinta diri sendiri, uang, dan dunia, juga akan memposisikan diri kita untuk mengikuti jejak kaki yang sama.

 

Dengan demikian kita akan dibangkitkan menjadi representasi Bapa di atas bumi ini. Kasih dan kuasa akan mengalir menjamah kehidupan orang lain melalui diri kita yang juga telah mengalami kematian!

 

3. Ketulusan hati dari diri kita yang mau mengalami keterhubungan merupakan hal yang sangat penting.

 

Kita harus berani bertanya kepada diri kita sendiri, apa yang sebenarnya kita cari dan ingini dari keterhubungan dengan sang bapa rohani? Posisi? Jabatan? Keterkenalan? Ingin jadi orang terdekatnya? Atau ingin berkat yang melimpah?

 

Ini merupakan hal yang sangat penting untuk dipertanyakan, sebab jika kita tidak “tulus” (mengosongkan diri – Filipi 2) maka kita tidak akan pernah bisa melihat Dia.

 

Matius 5:8 (FAYH) Berbahagialah mereka yang tulus hati, karena mereka akan melihat Allah.

 

Tanpa ketulusan kita tidak akan pernah alami pertumbuhan, justru kemerosotan (Ingat kisah Gehazi).

 

4. Ketulusan yang dimaksud adalah hanya memiliki keinginan yang ilahi yakni hanya ingin menjadi serupa dengan Kristus dan menyelesaikan kehendak-Nya sebagai satu tubuh Kristus.

 

Ketulusan seperti itulah yang akan membuat kita mengenal Tuhan, sebab Ia pasti menyatakan diri-Nya kepada mereka yang bersungguh hati mencari-Nya. Itu jugalah yang akan membuat kita menjadi serupa dengan Dia dan mengenal jati diri serta fungsi kita sebagai anggota tubuh Kristus.

 

5. Pastikan diri kita adalah pribadi yang mencintai Tuhan lebih dari apa pun juga.

 

Hati seperti itulah yang membuat kita selaras, seirama, dan sejalan dengan sang bapa rohani. Inilah yang membuat perjalanan rohani yang ada sebagai satu keluarga menjadi semakin kuat dan berdampak!!

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus