Top

28 April 2021

Tuhan memanggil kita dengan istilah garam dan terang dunia. Garam memberikan rasa haus dan menahan pembusukan. Sedangkan terang merupakan cahaya yang membuat kegelapan tersingkirkan. Itulah pengaruh ilahi yang Tuhan ingin kita nikmati. Melalui interaksi dengan diri kita, ada banyak orang lain mengalami jamahan Tuhan. Mereka jadi haus akan Tuhan dan merdeka dari segala cengkeraman kegelapan, dan mulai melihat keberadaan Bapa yang ada dalam diri kita (Matius 5:13-16).

Tapi itu semua dapat terjadi jika ada perbedaan yang kontras. Maksudnya, jika kita adalah garam dunia, maka kita harus memastikan tidak ada ‘rasa hambar’. Jika kita adalah terang dunia, maka tidak boleh ada kegelapan sedikit pun di dalam hidup kita. Pendeka kata, tidak boleh ada percampuran antara kita dengan prinsip kehidupan dunia ini. Sikap kita harus menunjukkan perbedaan yang kontras atau mencolok.

Sikap seperti apa yang membuat kita berbeda? Di atas perikop garam dan terang dunia, Yesus berbicara mengenai hal yang sangat prinsip, yaitu dasar keyakinan dan sikap kita :

1. Bergantung sepenuhnya kepada Allah.

Tidak sedikit pun berharap dan bergantung pada dunia ini. Apa pun sistem kehidupan yang dunia ini tawarkan, tidak akan pernah kita percayai. Kita hidup hanya dari firman yang keluar dari mulut Allah! Bukan apa kata dunia ini!

Matius 5:3 (TB) “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

2. Tidak bersuka ketika ada orang yang tidak melakukan kebenaran!

Matius 5:4 (TB) Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur.

3. Memiliki hati yang lemah lembut, mau diajar, dibentuk, dan mau berubah.

Matius 5:5 (TB) Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.

4. Terus menjaga hati yang lapar dan haus akan Tuhan dan kebenaran, serta bertindak untuk mengejar Tuhan lebih dari yang lain.

Matius 5:6 (TB) Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

5. Punya kemurahan hati dan mudah digerakkan oleh belas kasih ilahi untuk menjadi saluran kasih dan kuasa!

Matius 5:7 (TB) Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.

6. Terus menjaga hati dari cinta diri sendiri, cinta uang, dan cinta dunia, serta memastikan pekerjaan Roh dan Firman terus bergelora dalam batin – hanya memikirkan hal – hal yang dari Roh!

Matius 5:8 (TB) Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

7. Membawa damai, memiliki hati yang mudah mengampuni dan melupakan kesalahan orang lain.

Matius 5:9 (TB) Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.

8. Fokus melakukan apa yang benar, apa pun resikonya, tidak akan pernah membuat mundur dan mengedit kebenaran firman Tuhan atau dasar keyakinan.

Matius 5:10-12 (TB) Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”

Sifat – sifat itulah yang akan membuat kita dimunculkan sebagai GARAM dan TERANG DUNIA! #AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus