Top

29 April 2021

Dimensi kuasa akan mulai termanifestasi dalam hidup dan pelayanan seseorang saat orang yang bersangkutan terus mengkondisikan dirinya tetap terhubung dengan ‘Dunia Baru’ yang Tuhan sudah sediakan. Dimensi kuasa termanifestasi sesuai dengan ‘stature in the Spirit’ – posisi rohani yang seseorang miliki.

 

Posisi rohani seseorang mengalami peningkatan karena:

 

1. Impartasi rohani dari seorang hamba Tuhan (2 Raja-raja 2:9-14)

2. Menerima baptisan Roh (Kisah Para Rasul 2)

3. Menjagai level kepenuhan Roh dalam hidupnya untuk terus meningkat (Kisah Para Rasul 4:7-14)

 

Teruslah menjaga dan mewaspadai jenis pemikiran yang melintasi pikiran kita. Roh-roh dunia akan terus berusaha menaburkan ‘benih kemanusiawian’ dalam pikiran kita dengan ‘menyajikan’ berbagai fakta, data dan informasi lahiriah supaya kita percayai. Saat kita mempercayai data atau fakta yang disampaikan oleh roh dunia, kita akan mulai kehilangan kepenuhan Roh dalam hidup kita. Hidup kita ‘jadi bocor’.

 

4. Menerima pewahyuan Roh tentang keberadaan pribadi Tuhan.

 

Sebagaimana kita melihat Dia, kita akan diubahkan di dalam hadirat-Nya untuk menjadi seperti Dia (1 Yohanes 3:2)

 

5. Menerima penyingkapan kebenaran firman tentang jati diri kita yang baru di dalam Kristus.

 

Semakin kita mengalami pekerjaan kuasa Roh dan firman yang menyingkapkan jati diri kita yang baru di dalam Kristus, maka kita akan memiliki keyakinan atau keteguhan iman untuk bertindak dalam nama-Nya (1 Yohanes 3:19-22, Galatia 4:6-7).

 

Saat merenungkan poin-poin di atas, saya menerima impresi rohani yang menyatakan firman Tuhan yang berkata: “Saat engkau tinggal dalam dunia baru yang Aku sediakan, dimensi kuasa yang termanifestasi tidak lagi berasal dari manusia rohmu yang sudah engkau latih, tapi berasal dari pada-Ku sendiri. Manusia rohmu hanya berfungsi menjadi ‘saluran’. Ini akan membuatmu menikmati aliran kuasa-Ku yang tidak terbatas.

 

Otoritas dan kuasa yang termanifestasi oleh karena tangan-Ku, sekarang jadi lebih leluasa untuk menjamah dengan menggunakan hidupmu sebagai media atau sarana.

 

Sebelum engkau mendoakan atau melepaskan kuasa-Ku kepada seseorang, terlebih dahulu imajinasikan dalam pikiranmu bagaimana Tangan-Ku Aku acungkan lalu mengambil tanganmu. Kita berpartner untuk melepaskan kuasa-Ku di bumi ini. Melalui penumpangan tanganmu dan ucapan doamu, maka Aku pun melepaskan kuasa-Ku.

 

Dengan engkau terus mewaspadai pikiranmu, dan memastikan tidak ada lagi benih kemanusiawian yang berasal dari roh-roh dunia, maka tidak akan ada lagi gangguan dari roh kebimbangan atau roh-roh dunia yang lainnya. Sebaliknya, roh iman dan keperkasaan akan termanifestasi secara sangat nyata. Mengkondisikanmu untuk selalu melihat bermanifestasinya kuasa kedaulatan-Ku melalui doa-doamu”.

 

#AkuCintaTuhan

 

Ps. Steven Agustinus