Top

30 April 2021

1 Samuel 19:19-24 (TB)  Ketika diberitahukan kepada Saul, demikian: “Ketahuilah, Daud ada di Nayot, dekat Rama,” maka Saul mengirim orang-orang suruhan untuk mengambil Daud. Tetapi orang-orang ini melihat sekumpulan nabi kepenuhan, dengan dikepalai oleh Samuel. Dan Roh Allah hinggap pada orang-orang suruhan Saul, sehingga mereka pun kepenuhan seperti nabi. Lalu hal itu diberitahukan kepada Saul; ia mengirim orang-orang suruhan yang lain, tetapi orang-orang itu pun juga kepenuhan seperti nabi. Saul mengirim sekali lagi orang-orang suruhan, rombongan yang ketiga, dan orang-orang ini pun juga kepenuhan. Lalu ia sendiri pergi ke Rama. Sesampainya ke dekat perigi besar yang di Sekhu, bertanyalah ia, katanya: “Di mana Samuel dan Daud?” Jawab orang: “Ada di Nayot, dekat Rama.” Lalu pergilah ia ke sana, ke Nayot, dekat Rama dan pada dia pun hinggaplah Roh Allah, dan selama ia melanjutkan perjalanannya ia kepenuhan seperti nabi, hingga ia sampai ke Nayot dekat Rama. Ia pun menanggalkan pakaiannya, dan ia pun juga kepenuhan di depan Samuel. Ia rebah terhantar dengan telanjang sehari-harian dan semalam-malaman itu. Itulah sebabnya orang berkata: “Apakah juga Saul termasuk golongan nabi?” 

1 Samuel 7:13-14 (TB)  Demikianlah orang Filistin itu ditundukkan dan tidak lagi memasuki daerah Israel. Tangan TUHAN melawan orang Filistin seumur hidup Samuel, dan kota-kota yang diambil orang Filistin dari pada Israel, kembali pula kepada Israel, mulai dari Ekron sampai Gat; dan orang Israel merebut daerah sekitarnya dari tangan orang Filistin. Antara orang Israel dan orang Amori ada damai.

Dimensi rohani yang dibawa Samuel mampu membuat orang-orang suruhan Saul yang memiliki niat jahat terhadap Daud mengalami perubahan begitu saja. Bahkan karena pengurapan teritorial dalam hidup Samuel, pasukan Filistin tidak bisa lagi melakukan gangguan terhadap teritorial Israel. Tuhan sedang membangkitkan hamba-hamba-Nya yang berjalan dalam tuntunan Roh untuk mengaktivasi dimensi pengurapan teritorial seperti yang pernah Samuel miliki di dalam kehidupan dan pelayanan mereka.

Teruslah membangun dalam kuasa Roh dan berdoalah dalam bahasa roh sambil mengimajinasikan teraktivasinya jenis pengurapan ini dalam kehidupan pelayanan kita. Indonesia membutuhkan bangkitnya para ‘penguasa teritorial’ di dalam roh – hamba-hamba Tuhan yang telah berketetapan untuk hidup sebagai seorang pendoa dan saat dalam pelayanan atau mengerjakan suatu proyek tertentu hanya mengandalkan kedaulatan kuasa Tuhan.

Get ready, there will be a Heavenly Spirits invasion invading your territory.

#AkuCintaTuhan

Ps. Steven Agustinus

——————————-

KULTUR KERAJAAN

Pernahkah Anda menyadari bahwa Tuhan menetapkan kita agar  menikmati kehidupan yang di istimewakan dan berbeda.

Kenapa? Karena…..

https://www.instagram.com/p/COMmIOyhwE9/?igshid=1y07wdbhud8qb

FREE EBOOK SINOPSIS

https://bit.ly/3eFqDqa

——————————-

https://www.instagram.com/p/COPM6tKhhva/?utm_source=ig_web_copy_link

Jika kita adalah garam dunia, maka kita harus memastikan tidak ada ‘rasa hambar’. Jika kita adalah terang dunia, maka tidak boleh ada kegelapan sedikit pun di dalam hidup kita.

Berarti…

FREE EBOOK SINOPSIS

https://bit.ly/3eFqDqa

——————————-