Top

7 Mei 2021

Untuk menjagai jiwa (greek: Psuche) seseorang dalam keadaan terpelihara sempurna, dibutuhkan tindakan ganda antara menjagai gerbang pancaindra dan terus membersihkan jiwa kita dengan menggunakan firman-Nya.

1. Dunia di sekitar kita memang sudah dikuasai dan sepenuhnya tercemar oleh berbagai aktivitas roh-roh dunia yang terus mengkondisikan seseorang hidup dalam kedagingan (1 Yohanes 5:19).

2. Gerbang penglihatan, pendengaran, penciuman, sentuhan (feel) dan rasa (taste) merupakan ‘pintu masuk’ dari ‘dunia sekitar’ ke dalam jiwa seseorang.

Suatu ketetapan hati yang selaras dengan firman yang dibuat oleh seseorang merupakan ‘benteng perlindungan pertama’ yang dapat menjagai jiwa seseorang dari berbagai gempuran roh-roh dunia. Firman yang sudah terbangun dan terekam dalam memory kita serta mulai menjadi pola hidup dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi ‘benteng perlindungan kedua’.

Sehingga saat berhasil terjadi infiltrasi dari roh-roh dunia, firman tersebut akan langsung ‘membunyikan alarm rohani’ yaitu hati nurani kita langsung bertindak ‘memberikan kekuatan’ kepada pengambilan keputusan kita agar ‘menutup pintu gerbang’ yang dipakai sebagai jalan masuk roh-roh dunia, sekaligus mengusir aktivitas roh-roh dunia yang sedang berusaha mencemari jiwa dan roh kita.

Orang yang terus menjagai dirinya untuk tetap tahir dapat dikatakan sebagai seseorang yang memiliki ‘self government‘ dalam hidupnya.

3. Tujuan musuh adalah untuk mencemari, merusak imajinasi, nurani, memori, alasan dan affection (pancaindra jiwani) seseorang.

Dengan pancaindra jiwani seseorang berhasil dicemari oleh musuh, maka orang yang bersangkutan akan mendapati adanya ‘pergulatan tanpa henti’ antara kedagingan (sarx) dengan keinginan untuk menaati Roh. Orang yang bersangkutan jadi tidak bisa secara penuh hidup di dalam Roh. Sejauh apa pun ia terus berusaha untuk bertumbuh di dalam Roh, dengan mudah musuh akan menjatuhkannya kembali. Ada ‘benih musuh’ yang akan terus berusaha ‘membunuh benih ilahi’ di dalam hidupnya.

#AkuCintaTuhan

Message ini masih akan berlanjut besok.

Ps. Steven Agustinus